Bedah Kampung Kumuh Tunggu Survei

Kompas.com - 24/10/2012, 18:35 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah DKI Jakarta Novizal menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan survei sebelum menentukan titik kampung kumuh yang akan dibedah. Hal ini sesuai dengan rencana Gubernur DKI Joko Widodo yang berniat melakukan bedah kampung kumuh secara bertahap di seluruh Ibu Kota.

"Kampung kumuh akan kita bongkar dan bangun rumah baru dengan dua lantai. Tapi kan harus disurvei dulu kampung mana yang harus didahulukan dan tergantung kesepakatan dengan warga selaku pemilik tanah," kata Novizal seusai menghadiri rapat koordinasi bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di gedung Balai Kota Jakarta, Rabu (24/10/2012).

Ia menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2011, sedikitnya ada 392 RW di Jakarta yang masuk dalam kategori kumuh. Akan tetapi, kekumuhannya dibedakan dalam beberapa tipe. Ada yang sangat kumuh, kumuh, kumuh ringan, dan kumuh sangat ringan.

Atas dasar itu, Dinas Perumahan berencana memulai bedah kampung kumuh dari kampung dengan kategori sangat kumuh. Akan tetapi, hal itu tak berlaku di pemukiman kumuh yang berdiri di atas lahan yang bukan peruntukkannya.

"Pastinya dari kampung terkumuh. Tapi kita enggak akan menyentuh yang berdiri di lahan bukan untuk pemukiman. Kalau kita bedah dan bangun kembali berarti sama-sama menyalahi aturan," ujarnya.

Berita terkait dapat diikuti di topik: 100 HARI JOKOWI-BASUKI.

 

 

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polemik Pasar Mayestik, Pasar Jaya Diminta Tidak Tutupi Informasi Pedagang Terpapar Covid-19

    Polemik Pasar Mayestik, Pasar Jaya Diminta Tidak Tutupi Informasi Pedagang Terpapar Covid-19

    Megapolitan
    Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar, PT KCI Tutup Akses Selatan Stasiun Tanah Abang

    Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar, PT KCI Tutup Akses Selatan Stasiun Tanah Abang

    Megapolitan
    Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

    Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

    Megapolitan
    Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

    Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

    Megapolitan
    Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

    Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

    Megapolitan
    Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

    Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

    Megapolitan
    Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

    Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

    Megapolitan
    Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

    Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

    Megapolitan
    3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

    3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

    Megapolitan
    Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

    Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

    Megapolitan
    Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

    Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

    Megapolitan
    JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

    JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

    Megapolitan
    Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

    Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

    Megapolitan
    Pemerkosa di Bintaro Akui Batalkan Niat Mencuri karena Tak Tahan Nafsu dengan Korban

    Pemerkosa di Bintaro Akui Batalkan Niat Mencuri karena Tak Tahan Nafsu dengan Korban

    Megapolitan
    Margo City: Giant Sudah Lapor Satgas soal Pegawai Terindikasi Positif Covid-19

    Margo City: Giant Sudah Lapor Satgas soal Pegawai Terindikasi Positif Covid-19

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X