"Jokowi Tuh Muka Kolot, Pemikiran Modern"

Kompas.com - 24/10/2012, 18:54 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Lomba menulis "Surat untuk Jokowi" akhirnya sudah mendapatkan juaranya. Pemenangnya adalah Muhammad Ramadhani (16) seorang siswa kelas XII IPS SMA Negeri 91, Jakarta Timur.

Lomba menulis surat untuk Jokowi ini diadakan di Facebook sejak 12 hingga 17 Agustus 2012 oleh pengusaha muda Charles Honoris dan praktisi media sosial Sony Subrata.

Siswa yang akrab disapa Rama itu pun dimintai komentarnya mengenai sosok Gubernur DKI Jakarta tersebut. Dia memuji mantan Wali Kota Solo tersebut sebagai orang yang memiliki pemikiran modern.

"Jokowi tuh muka kolot, pemikirannya modern," kata Rama di Hotel Novotel, Jakarta, Rabu (24/10/2012).

Meski begitu, Rama tidak bisa menjelaskan apa maksud dari modern itu. "Yang pasti gimana ya, Jokowi itu orangnya modern dan beda dari calon lainnya," ujarnya lagi.

Rama mengaku mengetahui informasi adanya lomba "Surat untuk Jokowi" dari Facebook. Surat Rama berjudul "Jakarta Baru? Mungkin Gak Sih?" dianggap mewakili suara warga Jakarta sehingga layak menang.

Di dalam surat itu, Rama berkeluh kesah mengenai kondisi Jakarta yang ruwet akan polusi, trotoar, transportasi umum, dan kebersihan.

"Kalau banjir enggak, soalnya rumah saya enggak banjir," ujarnya.

Rama paling mengeluhkan persoalan tata kota dan jalan di Jakarta. Rama berharap Jokowi dapat mengubah Jakarta seperti Kota Barcelona.

"Pengennya Jakarta itu kayak kota-kota di Eropa, kayak di Barcelona. Mau jalan-jalan tinggal keluar, enggak ada polusinya. Jalan tol dalam kota enggak perlu ada, yang diperbanyak MRT, subway," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Tersangka yang Cabuli Bocah di Pondok Aren Pernah 4 Kali Lakukan Pelecehan Remas Payudara

    Tersangka yang Cabuli Bocah di Pondok Aren Pernah 4 Kali Lakukan Pelecehan Remas Payudara

    Megapolitan
    Mulai Besok, Underpass Senen Extension Bisa Dilewati Kendaraan 24 Jam

    Mulai Besok, Underpass Senen Extension Bisa Dilewati Kendaraan 24 Jam

    Megapolitan
    Sebut Fraksi PSI Setujui Anggaran Kenaikan Gaji DPRD DKI, Taufik: Tak Perlu Pencitraan

    Sebut Fraksi PSI Setujui Anggaran Kenaikan Gaji DPRD DKI, Taufik: Tak Perlu Pencitraan

    Megapolitan
    Rizieq Shihab dan Menantunya Tak Penuhi Panggilan Polisi, FPI: Karena Kesehatan

    Rizieq Shihab dan Menantunya Tak Penuhi Panggilan Polisi, FPI: Karena Kesehatan

    Megapolitan
    Dinilai Mencla-mencle soal Kenaikan Gaji DPRD, DPW PSI: Kami Tegas Menolak

    Dinilai Mencla-mencle soal Kenaikan Gaji DPRD, DPW PSI: Kami Tegas Menolak

    Megapolitan
    Pengangguran Melonjak di Jakarta karena Pandemi, PSI Tolak Kenaikan Anggaran untuk DPRD

    Pengangguran Melonjak di Jakarta karena Pandemi, PSI Tolak Kenaikan Anggaran untuk DPRD

    Megapolitan
    SPBU MT Haryono Ditutup Setelah Kebakaran, Ini 2 SPBU Alternatif untuk Isi BBM

    SPBU MT Haryono Ditutup Setelah Kebakaran, Ini 2 SPBU Alternatif untuk Isi BBM

    Megapolitan
    Kronologi Kebakaran di SPBU MT Haryono, Percikan Api Muncul Setelah Listrik Menyala

    Kronologi Kebakaran di SPBU MT Haryono, Percikan Api Muncul Setelah Listrik Menyala

    Megapolitan
    Selama November, Depok Catat 'Kunjungan' Terbanyak Satwa Liar ke Permukiman

    Selama November, Depok Catat "Kunjungan" Terbanyak Satwa Liar ke Permukiman

    Megapolitan
    Imbas Kerumunan Massa Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Petamburan Juga Dicopot

    Imbas Kerumunan Massa Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Petamburan Juga Dicopot

    Megapolitan
    Data Tim Dokter Kota Bekasi: Semakin Lama Penyembuhan Pasien Covid-19 Berpenyakit Bawaan

    Data Tim Dokter Kota Bekasi: Semakin Lama Penyembuhan Pasien Covid-19 Berpenyakit Bawaan

    Megapolitan
    Jelang Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin-Pilar Bakal Fokus Kampanye

    Jelang Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin-Pilar Bakal Fokus Kampanye

    Megapolitan
    Ketersediaan Alat Tes Swab di Depok Menipis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

    Ketersediaan Alat Tes Swab di Depok Menipis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

    Megapolitan
    Pertamina Tutup Sementara SPBU MT Haryono Setelah Kebakaran

    Pertamina Tutup Sementara SPBU MT Haryono Setelah Kebakaran

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi: Mayoritas Pasien Covid-19 yang Meninggal Berusia di Atas 50 Tahun dan Punya Komorbid

    Pemkot Bekasi: Mayoritas Pasien Covid-19 yang Meninggal Berusia di Atas 50 Tahun dan Punya Komorbid

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X