Jokowi Pilih Hari Baik Launching Kartu Sehat

Kompas.com - 25/10/2012, 18:21 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Jakarta sudah tidak sabar mendapat Kartu Pintar dan Kartu Sehat yang dijanjikan Joko Widodo saat kampanye. Menurut Jokowi yang saat ini sudah menjadi Gubernur DKI Jakarta, Kartu Sehat akan dibagikan pada hari baik.

Hari baik yang dimaksud Jokowi adalah hari Pahlawan, yang jatuh pada 10 November 2012. Dia menyadari warga Jakarta sudah tidak sabar mendapatkan kartu tersebut.

"Pas hari Pahlawan lah baru kita launching kartu sehat dan kartu pintar, itu hari yang baik," kata Jokowi di Mabes Hankam di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (25/10/2012).

Sebelumnya, Jokowi akan melaunching Kartu Sehatnya itu pada saat hari Sumpah Pemuda pada (28/10/2012).


"Tadinya mau pas Sumpah Pemuda, tapi waktunya kurang, jadi pas hari Pahlawan saja. Tapi enggak papa, yang penting kan itu dilakukan pada hari baik, masak kegiatan baik dilakukannya pada Sabtu kliwon," ujar Jokowi.

Kartu Sehat itu, kata Jokowi, dapat digunakan untuk melayani pasien cuci darah. Kartu ini juga sebagai jaminan kesehatan bagi masyarakat.

Untuk Kartu Sehat, beberapa waktu lalu Basuki sempat menyampaikan bahwa pembagiannya juga tak akan berbelit. Semua warga yang menerima pelayanan kesehatan di Puskesmas atau rumah sakit kelas tiga dapat memperoleh kartu tersebut di puskesmas atau sebagian lainnya akan langsung diserahkan oleh Jokowi.

Sementara Kartu Pintar rencananya akan dibagikan kepada seluruh siswa SMA/SMK pada 1 November 2012. Para siswa yang memiliki kartu ini berhak menerima Rp 240 ribu per bulan yang dapat digunakan untuk menutupi kebutuhan personal masing-masing siswa. Misalnya ongkos ke sekolah, pembelian buku tulis/cetak, seragam sekolah, dan lain sebagainya.

Berita terkait dapat diikuti di topik: 100 HARI JOKOWI-BASUKI.

 

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

    Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

    Megapolitan
    Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

    Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

    Megapolitan
    30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

    30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

    Megapolitan
    Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

    Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

    Megapolitan
    Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

    Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

    Megapolitan
    Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

    Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

    Megapolitan
    1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

    1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

    Megapolitan
    Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

    Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

    Megapolitan
    Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

    Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

    Megapolitan
    Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

    Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

    Megapolitan
    Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

    Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

    Megapolitan
    Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

    Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

    Megapolitan
    Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

    Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

    Megapolitan
    Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

    Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

    Megapolitan
    MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

    MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X