Kompas.com - 28/10/2012, 13:55 WIB
Penulis Imanuel More
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Yati (64) terhitung wanita yang memiliki kebesaran jiwa. Keterbatasan materi dan berbagai kekurangan untuk mendapatkan penghidupan yang layak sebagai seorang pemulung tidak menjadi hambatan baginya untuk menjalankan perintah agama: berkurban di Hari Raya Idul Adha.

"Saya sudah kenyang makan pemberian orang, sumbangan daging kurban. Saya ingin saya sendiri bisa nyumbang, bisa naruh hewan kurban di masjid," kata Yati di kediamannya, di dekat Rusun Arum, Jalan Tebet Barat Raya, Jakarta Selatan (28/10/2012).

Niat suci itu mendorong wanita asal Pasuruan, Jawa Timur itu untuk menabung. Untuk bisa menyembunyikan keinginan tersebut dari suaminya, Maman, ia memilih untuk menyimpan hasil kerjanya sebagai pemulung dalam bentuk emas. "Uang hasil mulung saya belikan emas dikit-dikit. Setelah tiga tahun sudah ada tiga kalung, totalnya 10 gram," kisah Yati.

Menjelang Idhul Adha, ia sempat menanyakan ke suaminya kemungkinan untuk membeli hewan kurban. Suaminya mempersilakan jika Yati memiliki simpanan cukup. Namun, Maman sebenarnya lebih menginginkan uang hasil kerjanya sebagai pemungut/pengangkut sampah sampah digunakan untuk membeli tanah.

Dua pekan lalu, Yati mulai mewujudkan rencananya. Ia mengetahui bila Suwarno, pengusaha kayu di sebelah rumahnya juga berjualan hewan kurban di daerah Pancoran, Jakarta Selatan. Karena itu, ia pun mendatangi Suwarno untuk menanyakan harga kambing yang dijualnya. Suwarno lantas menyebutkan harga empat kambing jantan yang hendak dijualnya. "Saya milih dua ekor. Satu yang sejuta, satu lagi dua juta. Jadi, totalnya tiga juta," kata Yati.

Kepada Warno, sapaan Suwarno, Yati menjanjikan akan langsung membayar secara tunai. Sepulang dari pertemuan itu, Yati mengajak suaminya ke pasar untuk menjual kalung emasnya. Ketiga kalung seberat 10 gram itu laku terjual dengan harga Rp 3,8 juta. "Alhamdullilah sisa beli dua ekor kambing masih banyak," kata Yati bersyukur.

Dengan Bajaj, pada Selasa (23/10) malam ia mendatangi tempat penjualan hewan milik Warno untuk membayar sekaligus mengangkut dua ekor kambing tersebut. Kambing-kambing itu langsung dibawa ke Masjid Al-Ijtihaad, Tebet Mas untuk disumbangkan sebagai hewan kurban. "Sekarang saya plong. Perintah agama dan pesan orangtua sudah saya buat," pungkas Yati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.