Rancangan Tata Ruang DKI Milik Foke Dievaluasi Jokowi

Kompas.com - 31/10/2012, 21:16 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menginginkan adanya transparansi dalam penyusunan draf rencana detail tata ruang (RDTR). Oleh karena itu, draf RDTR yang sudah diserahkan ke DPRD DKI Jakarta saat kepemimpinan Fauzi Bowo dievaluasi kembali sesuai program Jokowi-Basuki.

"Jangan ikuti kemauan Pemprov DKI, tapi masyarakat. Kami janjikan transparansi RDTR. Pengesahan RDTR bulan Desember itu tidak masuk akal, maksimal pertengahan 2013," kata Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (31/10/2012).

Ia pun mengharapkan Pemprov DKI Jakarta dapat memutuskan tata ruang sesuai dengan kehendak masyarakat DKI Jakarta. Oleh karena itu, ia ingin penyusunan RDTR transparan, bisa dimasukkan ke media online agar dapat diakses oleh masyarakat.

"Saya tidak punya kepentingan apa pun. Bisa saja link ke jakarta.go.id dan beritajakarta.com. Semua orang bisa minta draf RDTR. Agar aktivis bisa ikut kerja, jangan hanya ngomong, tentukan apa yang disosialisasi, kapan, dan seperti apa," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang DKI Jakarta Agus Subardono mengaku diminta Basuki agar dapat mensosialiasikan RDTR kepada masyarakat dengan bahasa yang semudah mungkin.

"Karena selama ini, RDTR tidak diketahui masyarakat. Jadi, ini agar masyarakat bisa berpartisipasi," kata Agus.

Agus mengakui pihaknya memiliki keterbatasan personel untuk menjelaskan RDTR kepada masyarakat. Oleh karenanya, mereka perlu bantuan untuk dapat menyampaikan material RDTR kepada masyarakat. Namun, ia berjanji, Dinas Tata Ruang DKI Jakarta dalam tempo singkat akan menyampaikan draf RDTR kepada masyarakat.

Adapun pertemuan Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam pembahasan RDTR tersebut menghasilkan lima kesimpulan. Pertama, perlunya penyusunan jadwal untuk menindaklanjuti sosialisasi tentang RDTR kepada masyarakat. Kedua, perlunya fasilitas pendampingan untuk penyusunan RDTR bagi 267 kelurahan, yang terdiri dari akademisi, LSM, komunitas, organisasi, dan lembaga kompeten kepada masyarakat tentang RDTR agar bisa dipahami terkait pembangunan DKI Jakarta dalam 20 tahun ke depan.

Ketiga, partisipasi masyarakat di tingkat kelurahan agar hal ini bisa dilaksanakan pada Sabtu atau Minggu, supaya bisa diikuti oleh seluruh pemangku kepentingan. Keempat, agar kegiatan sosialisasi dianggarkan oleh Dinas Tata Ruang DKI Jakarta. Kelima, pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan pada Selasa (6/11/2012) di Kantor Dinas Tata Ruang DKI Jakarta.

Berita terkait dapat diikuti di topik: 100 HARI JOKOWI-BASUKI.

 

 

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Motor yang Beraksi di Wilayah Tangsel

    Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Motor yang Beraksi di Wilayah Tangsel

    Megapolitan
    Kapolsek Kalideres Sebut Tidak Ada Indikasi Pilot Wings Air Dibunuh

    Kapolsek Kalideres Sebut Tidak Ada Indikasi Pilot Wings Air Dibunuh

    Megapolitan
    Pilot Wings Air Diduga Bunuh Diri, Ini Tanggapan Lion Air Group

    Pilot Wings Air Diduga Bunuh Diri, Ini Tanggapan Lion Air Group

    Megapolitan
    Pemprov DKI Kesulitan Kuras Saluran Air di Sunter Sebelum Penggusuran

    Pemprov DKI Kesulitan Kuras Saluran Air di Sunter Sebelum Penggusuran

    Megapolitan
    Soal Ormas Kelola Parkir, DPRD Kota Bekasi akan Panggil Pengusaha Minimarket

    Soal Ormas Kelola Parkir, DPRD Kota Bekasi akan Panggil Pengusaha Minimarket

    Megapolitan
    Diduga Bunuh Diri, Pilot Wings Air Ditemukan Tewas di Kamar Indekos

    Diduga Bunuh Diri, Pilot Wings Air Ditemukan Tewas di Kamar Indekos

    Megapolitan
    10 Tahun Dagang di Sunter, Pedagang Minta Dibina Pemprov DKI

    10 Tahun Dagang di Sunter, Pedagang Minta Dibina Pemprov DKI

    Megapolitan
    9 Bulan Ormas Kelola Parkir Minimarket, Hanya Rp 1,2 Miliar Masuk Kas Daerah

    9 Bulan Ormas Kelola Parkir Minimarket, Hanya Rp 1,2 Miliar Masuk Kas Daerah

    Megapolitan
    Dalam Sidang, Hakim Konfirmasi Kabar Nunung Jual 4 Rumah

    Dalam Sidang, Hakim Konfirmasi Kabar Nunung Jual 4 Rumah

    Megapolitan
    Komisi III DPRD Bekasi Nilai Salah Langkah Bapenda Tunjuk Anggota Ormas Kelola Parkir Minimarket

    Komisi III DPRD Bekasi Nilai Salah Langkah Bapenda Tunjuk Anggota Ormas Kelola Parkir Minimarket

    Megapolitan
    Menanggung Hidup Keluarga Besar, Nunung Minta Hakim Ringankan Vonis

    Menanggung Hidup Keluarga Besar, Nunung Minta Hakim Ringankan Vonis

    Megapolitan
    Setu Sawangan di Depok 'Menguning' Setahun Sekali, Ini Sebabnya...

    Setu Sawangan di Depok "Menguning" Setahun Sekali, Ini Sebabnya...

    Megapolitan
    PAD Bekasi Minus Rp 1 Triliun, Pemkot akan Optimalkan Reklame dan PBB

    PAD Bekasi Minus Rp 1 Triliun, Pemkot akan Optimalkan Reklame dan PBB

    Megapolitan
    Polisi Tembak Kaki 3 Pembobol Showroom Motor di Pamulang, Seorang Kena Bokong

    Polisi Tembak Kaki 3 Pembobol Showroom Motor di Pamulang, Seorang Kena Bokong

    Megapolitan
    Antisipasi Kampanye Hitam Pilkades, Polresta Tangerang Turunkan Personel Khusus

    Antisipasi Kampanye Hitam Pilkades, Polresta Tangerang Turunkan Personel Khusus

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X