Jokowi Siapkan 10 Konsep Penataan Kampung

Kompas.com - 05/11/2012, 23:05 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah menyiapkan konsep-konsep penataan kampung di kawasan padat penduduk dalam draf rancangan peraturan daerah Rencana Detail Tata Ruang (Raperda RDTR). Jokowi mengklaim telah menyiapkan 10 konsep kampung untuk seratus lokasi padat penduduk.

"Kita tahun depan penginnya seratus titik dengan konsep banyak. Tidak hanya kampung deret, ada kampung vertical housing, superkampung, kampung kampus, kampung SCBD, pokoknya ada sepuluhlah kampungnya," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (5/11/2012).

Jokowi menambahkan, proses penataan kampung ini membutuhkan waktu yang sangat panjang. Hal itu dikarenakan setiap penataan kampung perlu melalui proses pemetaan dan perencanaan komunitas.

"Ini kan kita masih proses, sekarang sudah mulai proses community mapping. Nanti kalau community mapping selesai, baru memasuki community planning. Kalau itu sudah selesai, baru nanti masuk ke pelaksanaan. Memang memakan waktu karena itu pembangunan yang partisipatif," kata Jokowi.

Mengenai anggaran penataan kampung itu, Jokowi mengatakan bahwa hal itu masih memerlukan persetujuan dewan dan rencananya akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013. "Ini belum bicara sampai ke situ, masih persetujuan Dewan. Bujetnya masih di Dewan, nanti kalau sudah disetujui baru nanti melangkah ke community planning," ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa Raperda RDTR tidak dapat disahkan pada akhir tahun ini. Jokowi menegaskan, penyusunan RDTR akan dibuat lebih matang. Sebelum program ini dapat dilaksanakan, Jokowi juga telah meminta dinas terkait, seperti Dinas Tata Ruang DKI, Badan Perencaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan elemen masyarakat untuk menyiapkan konsep ini diatur secara menyeluruh.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah DKI Jakarta Novizal menyebutkan, kampung deret susun dipastikan dilaksanakan di seratus kampung kumuh di Jakarta. "Misalnya saja, di Tambora, Angke, Cengkareng, Manggarai, dan sebagainya. Lokasi pastinya masih menunggu usulan dari Wali Kota wilayah administrasi. Di dalam usulan itu terdapat data lahan yang sesuai dengan persyaratan," kata Novizal.

Novizal menambahkan, tahun depan Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah akan memulai pelaksanaan detailed engineering design (DED) dan lelang terhadap rencana-rencana tersebut. Penyusunan ini memakan waku 8,5 bulan.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Hampir 1 Bulan Jokowi-Ma'ruf Dilantik, RPTRA di Tambora Masih Pasang Foto Jusuf Kalla

    Hampir 1 Bulan Jokowi-Ma'ruf Dilantik, RPTRA di Tambora Masih Pasang Foto Jusuf Kalla

    Megapolitan
    Skuter Listrik Telan Korban Jiwa, Pemerintah Dianggap Terlambat Buat Aturan

    Skuter Listrik Telan Korban Jiwa, Pemerintah Dianggap Terlambat Buat Aturan

    Megapolitan
    Ramai Pemohon SKCK, Polres Jakarta Barat Dijaga Ketat Pasca Bom di Polres Medan

    Ramai Pemohon SKCK, Polres Jakarta Barat Dijaga Ketat Pasca Bom di Polres Medan

    Megapolitan
    Berlagak Menilang dan Minta Uang ke Pengendara, Polisi Gadungan di Ciputat Ditangkap

    Berlagak Menilang dan Minta Uang ke Pengendara, Polisi Gadungan di Ciputat Ditangkap

    Megapolitan
    Pengguna GrabWheels Tewas Ditabrak, Skuter Listrik Hanya Boleh Melintas di Jalur Sepeda

    Pengguna GrabWheels Tewas Ditabrak, Skuter Listrik Hanya Boleh Melintas di Jalur Sepeda

    Megapolitan
    Dinas PU Sempat Kesulitan Evakuasi Truk Molen yang Tercebur di Kali Pamulang

    Dinas PU Sempat Kesulitan Evakuasi Truk Molen yang Tercebur di Kali Pamulang

    Megapolitan
    Pascabom Medan, Polres Metro Bekasi Dijaga Aparat Bersenjata Laras Panjang

    Pascabom Medan, Polres Metro Bekasi Dijaga Aparat Bersenjata Laras Panjang

    Megapolitan
    Pengangkatan Truk Molen Selesai Setelah Dua Pekan Tercebur di Kali Pamulang

    Pengangkatan Truk Molen Selesai Setelah Dua Pekan Tercebur di Kali Pamulang

    Megapolitan
    Kronologi Tewasnya Pengguna Skuter Listrik, Terlempar Setelah Ditabrak Mobil dari Belakang

    Kronologi Tewasnya Pengguna Skuter Listrik, Terlempar Setelah Ditabrak Mobil dari Belakang

    Megapolitan
    Koalisi Pejalan Kaki Desak Pemprov DKI Keluarkan Regulasi Penggunaan Skuter Listrik

    Koalisi Pejalan Kaki Desak Pemprov DKI Keluarkan Regulasi Penggunaan Skuter Listrik

    Megapolitan
    Pascabom Bunuh Diri di Medan, Polisi Sebut Situasi di Jakarta Masih Kondusif

    Pascabom Bunuh Diri di Medan, Polisi Sebut Situasi di Jakarta Masih Kondusif

    Megapolitan
    Polisi Tangkap Seorang Terduga Teroris di Depok yang Pernah Berkunjung ke Suriah

    Polisi Tangkap Seorang Terduga Teroris di Depok yang Pernah Berkunjung ke Suriah

    Megapolitan
    Sewa GrabWheels Dini Hari, Dua Pengguna Skuter Listrik Tewas Ditabrak Mobil

    Sewa GrabWheels Dini Hari, Dua Pengguna Skuter Listrik Tewas Ditabrak Mobil

    Megapolitan
    Video Tak Senonoh Diputar di Dalam Bus, Transjakarta Minta Maaf

    Video Tak Senonoh Diputar di Dalam Bus, Transjakarta Minta Maaf

    Megapolitan
    Sepekan Lalu Berjalan Pincang, Nunung Kini Siap Jalani Sidang Tuntutan

    Sepekan Lalu Berjalan Pincang, Nunung Kini Siap Jalani Sidang Tuntutan

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X