Pura-pura Kerja Kelompok, Pelajar Bunuh Ayah Temannya

Kompas.com - 08/11/2012, 12:35 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Djong Ket Jung (52) tewas dibunuh teman anaknya setelah berpura-pura bekerja kelompok di rumah korban. Pelaku yang berinisial SP (17) juga membacok anak korban, Hendrik (17), yang juga sebagai teman pelaku. Peristiwa tersebut terjadi di Perumahan Citra 2 Extention Blok BF 1/42, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, pada Rabu (7/11/2012) malam.

"Pelaku ini teman anaknya korban. Sebelumnya, dia pura-pura belajar kelompok di rumah korban. Dia sudah punya rencana mau ngerjain temannya," kata Kanit Reskrim Polsektro Kalideres Ajun Komisaris Saiful Anwar kepada Kompas.com, Kamis (8/11/2012).

Saiful mengatakan, pelaku berniat bermain-main dengan Hendrik. Dia menyiapkan setruman untuk menyetrum Hendrik karena iri kalau Hendrik anak orang kaya. Setelah menyetrum, dia akan mengambil barang-barang Hendrik dari kamarnya.

Saiful mengungkapkan, ketika pelaku sudah mencoba menyetrum Hendrik, ternyata dia tidak pingsan. Kemudian Hendrik melakukan perlawanan sehingga pelaku sempat menusuk tubuh korban berkali-kali.

Melihat pelaku menyerang anaknya, Djong datang untuk melerai. Akan tetapi, dia terkena bacokan di bagian leher kanan dan lengan kirinya. Menurut Saiful, Djong sempat dilarikan ke Rumah Sakit Hermina, tetapi nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Motif pembunuhan tersebut diduga karena pelaku iri dan ingin memiliki uang untuk ganti rugi karena telah menabrak orang lain. Dari kejadian ini, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau lipat bergagang kayu panjang 30 cm, pisau lipat panjang 15 cm, dan jaket warna hijau bernoda darah. Saat ini tersangka diamankan di Polsektro Kalideres, Jakarta Barat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7.666 Orang Ajukan SIKM, Hanya 1.422 yang Disetujui

7.666 Orang Ajukan SIKM, Hanya 1.422 yang Disetujui

Megapolitan
Kepala Bocah WNA Tersangkut di Besi Teralis, Dibebaskan Petugas Damkar

Kepala Bocah WNA Tersangkut di Besi Teralis, Dibebaskan Petugas Damkar

Megapolitan
Siapkan New Normal, Kabupaten Tangerang Izinkan Tempat Ibadah Dibuka

Siapkan New Normal, Kabupaten Tangerang Izinkan Tempat Ibadah Dibuka

Megapolitan
Dua Hari, 160 Kendaraan dari Luar Kota Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Dua Hari, 160 Kendaraan dari Luar Kota Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Megapolitan
Warga Cempaka Putih Timur Panen Bersama Sayuran Hidroponik di Tengah PSBB

Warga Cempaka Putih Timur Panen Bersama Sayuran Hidroponik di Tengah PSBB

Megapolitan
Sopir Bajaj Jadi Tersangka Terkait Tabrakan dengan Bus Transjakarta di Pademangan

Sopir Bajaj Jadi Tersangka Terkait Tabrakan dengan Bus Transjakarta di Pademangan

Megapolitan
Masuk Jakarta Tanpa SKIM, 4 Warga Lenteng Agung Karantina Mandiri, Rumah Dipasang Stiker

Masuk Jakarta Tanpa SKIM, 4 Warga Lenteng Agung Karantina Mandiri, Rumah Dipasang Stiker

Megapolitan
THR TGUPP Tak Dipangkas, Ketua Komisi A DPRD: Ini soal Empati

THR TGUPP Tak Dipangkas, Ketua Komisi A DPRD: Ini soal Empati

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bagikan Masker Kain ke Seluruh Tempat Ibadah yang Boleh Beroperasi

Pemkot Bekasi Bagikan Masker Kain ke Seluruh Tempat Ibadah yang Boleh Beroperasi

Megapolitan
Periode PSBB Jawa Barat dan Depok Beda, Asosiasi Mal Bingung

Periode PSBB Jawa Barat dan Depok Beda, Asosiasi Mal Bingung

Megapolitan
Dari Tegal, 4 Warga Lenteng Agung Masuk Jakarta Tanpa SIKM, Lurah Bingung

Dari Tegal, 4 Warga Lenteng Agung Masuk Jakarta Tanpa SIKM, Lurah Bingung

Megapolitan
Asosiasi: Mal di Depok Buka jika PSBB Selesai

Asosiasi: Mal di Depok Buka jika PSBB Selesai

Megapolitan
171.046 Kendaraan Menuju Jakarta Dalam 3 Hari Arus Balik Lebaran

171.046 Kendaraan Menuju Jakarta Dalam 3 Hari Arus Balik Lebaran

Megapolitan
Penjelasan BKD soal Pemotongan Tunjangan PNS DKI Terkait Pandemi Covid-19

Penjelasan BKD soal Pemotongan Tunjangan PNS DKI Terkait Pandemi Covid-19

Megapolitan
Simak Jadwal PPDB SD dan SMP Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang

Simak Jadwal PPDB SD dan SMP Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X