Jokowi Anggarkan Kartu Sehat 2013 Rp 1 Triliun

Kompas.com - 12/11/2012, 19:54 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merencanakan untuk menambah alokasi anggaran program Kartu Jakarta Sehat di tahun 2013. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2013 telah diusulkan sebesar Rp 1 triliun.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, Pemprov DKI telah menganggarkan Kartu Jakarta Sehat Rp 800 miliar. Namun, alokasi penganggaran tersebut dinilai belum mencukupi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warga Jakarta, terutama untuk pelayanan kesehatan.

"Iya, oleh sebab itu yang tahun depan kira-kira Rp 1 triliun lah. Tapi terserah Dewan," kata Jokowi di Manggarai, Jakarta, Senin (12/11/2012).

Di dalam RAPBD 2013 telah diusulkan penambahan alokasi anggaran untuk program Kartu Jakarta Sehat sebesar Rp 200 miliar. Selain itu, tutur Jokowi, dalam mengawasi penggunaan Kartu Jakarta Sehat, Pemprov DKI akan menggunakan manajemen controlling Kartu Jakarta Sehat.

"Nanti akan ada manajemen controlling-nya, akan kita bentuk sendiri dan di bawah koordinasi saya. Dengan begitu billing systemnya bisa berjalan dengan baik. Untuk keuangannya yang pegang Bank DKI," katanya.

Jokowi juga menjamin Kartu Jakarta Sehat dapat meng-cover segala penyakit, termasuk juga penyakit berat, kecuali penyakit mata dan penyakit pendegaran dan membutuhkan alat dengar.

Jokowi membagikan Kartu Jakarta Sehat di Tanah Tinggi, Bukit Duri, dan Manggarai dengan door to door.  Sebelumnya, Jokowi juga telah membagikan Kartu Jakarta Sehat di Kelurahan Pademangan Timur dan Kelurahan Tambora.

Kartu Jakarta Sehat ini memiliki sasaran kepada 4,7 juta jiwa atau setara dengan 50 persen jumlah total warga Ibu Kota. Untuk masa ujicoba ini, kartu Jakarta Sehat akan dibagikan sebanyak 3.000 di enam kelurahan yang dinilai kumuh dan padat penduduk.

Data penerima kartu sehat disesuaikan dengan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2011. Kelurahan Bukit Duri menerima sebanyak 502 kartu, Kelurahan Pademangan Timur sebanyak 497 kartu, Kelurahan Marunda sebanyak 494 kartu, Kelurahan Tanah Tinggi sebanyak 503 kartu, Kelurahan Tambora sebanyak 504 kartu, dan Kelurahan Manggarai sebanyak 505 kartu.

Berita terkait dapat diikuti di topik: 100 HARI JOKOWI-BASUKI.

 

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

    Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

    Megapolitan
    Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

    Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

    Megapolitan
    Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

    Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

    Megapolitan
    Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

    Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

    Megapolitan
    FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

    FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

    Megapolitan
    Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

    Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

    Megapolitan
    MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

    MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

    Megapolitan
    Kasus Meningkat, Pusat Karantina Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Hampir Penuh

    Kasus Meningkat, Pusat Karantina Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Hampir Penuh

    Megapolitan
    RS Ummi Dapat Teguran Keras, MER-C: Seharusnya Bima Arya Percaya Penuh pada RS

    RS Ummi Dapat Teguran Keras, MER-C: Seharusnya Bima Arya Percaya Penuh pada RS

    Megapolitan
    Di Tengah Polemik Tes Swab, Rizieq Shihab Pergi Tinggalkan RS Ummi

    Di Tengah Polemik Tes Swab, Rizieq Shihab Pergi Tinggalkan RS Ummi

    Megapolitan
    Kontroversi Tes Swab Diam-diam Rizieq Shihab yang Berbuntut Kasus Hukum...

    Kontroversi Tes Swab Diam-diam Rizieq Shihab yang Berbuntut Kasus Hukum...

    Megapolitan
    Modus Pencabulan Bocah di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi hingga Imingi Bertemu Artis

    Modus Pencabulan Bocah di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi hingga Imingi Bertemu Artis

    Megapolitan
    Terus Bertambah, Ini Sederet Pejabat yang Dicopot Akibat Kerumunan Massa Rizieq

    Terus Bertambah, Ini Sederet Pejabat yang Dicopot Akibat Kerumunan Massa Rizieq

    Megapolitan
    Prakiraan Cuaca BMKG: Jakut, Jaktim, dan Jaksel Hujan Hari Ini

    Prakiraan Cuaca BMKG: Jakut, Jaktim, dan Jaksel Hujan Hari Ini

    Megapolitan
    Imbas Peminjaman Toilet ke Acara Rizieq: 7 Pejabat DKI Diperiksa Inspektorat, 2 Dicopot

    Imbas Peminjaman Toilet ke Acara Rizieq: 7 Pejabat DKI Diperiksa Inspektorat, 2 Dicopot

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X