Kompas.com - 13/11/2012, 20:29 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui bahwa Jakarta memang memerlukan mass rapid transit. Namun, dia masih tetap belum merestuinya karena hitungan bisnis yang tidak jelas dari megaproyek tersebut.

"Persoalan MRT (mass rapid transit) ini sudah masuk bisnis. Kalau ada yang bilang MRT itu diperlukan, ya memang diperlukan. Tapi, kalau tiga pertanyaan itu belum terjawab, ya sampai kapan pun saya bilang tidak! Karena sudah masuk logika bisnis, feeling bisnis saya sudah berjalan ini," kata Jokowi di Gedung Kompas, Jakarta, Selasa (13/11/2012).

Tiga pertanyaan Jokowi yang belum mendapatkan jawaban memuaskan dari PT MRT adalah return on investment, jaminan bahwa MRT memang digunakan warga Jakarta sepanjang waktu, dan tentang pinjamannya yang menggunakan tight loan, sementara Jokowi meminta untight loan.

Jokowi mengakui bahwa yang akan meneken proyek MRT ini adalah pemerintah pusat dengan sistem pembayaran government to government antara Indonesia dengan Jepang. Namun, dalam pembagiannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menanggung 58 persen, sementara 42 persen oleh pemerintah pusat.

"Tapi karena 42 persen itu hibah, dianggap enggak pinjam. Enak sebetulnya karena beban kami tinggal 58 persen," kata Jokowi.

Namun, di dalam hitungan bisnis, kata Jokowi, apabila MRT merugi, Pemprov DKI harus mengambil alih. Artinya, harus memberikan subsidi juga. Padahal masih harus bayar pinjaman juga sebesar 58 persen tersebut. Oleh karena itu, apabila proyek itu terguncang, maka akan diambil alih kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Hal itulah yang masih menjadi pertimbangan Jokowi selama ini.

Sementara itu terkait penalti yang akan dikenakan apabila terlambat dalam pengerjaan proyek ini, Jokowi mengatakan penalti itu akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Berita terkait dapat diikuti di topik: 100 HARI JOKOWI-BASUKI.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.