Basuki: Pungli Itu Pak, Itu Pungli!

Kompas.com - 15/11/2012, 17:19 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama emosi dengan adanya pungutan kepada orangtua siswa di sekolah unggulan milik Pemprov DKI Jakarta, SMA MH Thamrin. Dia menyebut itu sebagai pungli.

"Pungli itu Pak, itu pungli," kata pria yang akrab disapa Ahok dalam video di Youtube berjudul "14 Nov 2012 Wagub Bpk. Basuki T. Purnama menerima paparan Dinas Pendidikan".

Basuki kemudian meminta Dinas Pendidikan segera membuat perbaikan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah 2012/2013 (RKAS 2012/2013). Dia meminta RKAS itu disusun secara benar sesuai kebutuhan.

"Jangan sampai saya yang koreksi. Kalau saya yang koreksi, saya akan putuskan di Bappeda, tinggal siapa yang mau jalankan. Kalau tidak mau dijalankan, ya saya singkirkan," kata Basuki.

"Saya juga manusia, Pak. Melihat manusia mau dapat uang pungli, bisa khilaf, bisa ada per emosi. Saya juga sama Pak, saya juga bisa emosi. Saya juga punya per, saya bisa khilaf. Kalau saya emosi saya khilaf, saya akan bawa semua bukti ini untuk penjarakan mereka," tutur Basuki lagi.

Mendengar ancaman itu, para petinggi Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang menemui Basuki terdiam. Bahkan, ada salah satu dari mereka yang terlihat resah mencubit-cubit bibir dan memegang kumisnya. Yang lain tertunduk dan diam menyimak.

Kepada Basuki, mereka berjanji menyelesaikan revisi RKAS tersebut pada Jumat pekan depan.

Sebelumnya, Ketua Komite Sekolah SMA MH Thamrin mengungkapkan bahwa pihak sekolah mengenakan Rp 30 juta per tahun untuk satu orang siswa, saat pertemuan dengan Wakil Gubernur, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Komite Sekolah, dan pihak SMA MH Thamrin, Jakarta, Rabu (14/11/2012).

Dedi yang mewakili 195 murid yang mengenyam pendidikan di sekolah unggulan tersebut merasa keberatan atas pungutan tambahan dari pihak sekolah. Padahal, pada saat pendaftaran masuk sekolah, iklan sekolah di internet menyebutkan bahwa sekolah tersebut ditanggung oleh APBD.

APBD untuk sekolah tersebut senilai Rp 3,7 miliar untuk tahun 2012/2013. Sementara itu, dana yang ditarik dari orangtua murid Rp 7,85 miliar per tahun. Artinya, dana orangtua lebih besar 213 persen dari APBD.

Berita terkait dapat diikuti di topik:

100 HARI JOKOWI-BASUKI

 

 

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Masih Proses Administrasi, Barang Sitaan Kasus First Travel Belum Dilelang

    Masih Proses Administrasi, Barang Sitaan Kasus First Travel Belum Dilelang

    Megapolitan
    Ayah Tiri yang Memperkosanya Belum Ditangkap, Korban Ketakutan dan Sering Melamun

    Ayah Tiri yang Memperkosanya Belum Ditangkap, Korban Ketakutan dan Sering Melamun

    Megapolitan
    Warga Kampung Bulak Melawan Penertiban Lahan UIII, Gantungkan Harapan pada DPRD Depok...

    Warga Kampung Bulak Melawan Penertiban Lahan UIII, Gantungkan Harapan pada DPRD Depok...

    Megapolitan
    Kisah Remaja Nekat Jadi Polisi Gadungan, Tergerak karena Lihat Pengendara Lawan Arus

    Kisah Remaja Nekat Jadi Polisi Gadungan, Tergerak karena Lihat Pengendara Lawan Arus

    Megapolitan
    Ibu Korban Tabrakan GrabWheels Sebut Orangtua Pelaku Sampaikan Penyesalannya

    Ibu Korban Tabrakan GrabWheels Sebut Orangtua Pelaku Sampaikan Penyesalannya

    Megapolitan
    Remaja 13 Tahun yang Jadi Polisi Gadungan Dapat Seragam dari Kampungnya

    Remaja 13 Tahun yang Jadi Polisi Gadungan Dapat Seragam dari Kampungnya

    Megapolitan
    Ngeri, Jembatan Motor dan Pejalan Kaki Mepet dengan Perlintasan Kereta di Kalianyar

    Ngeri, Jembatan Motor dan Pejalan Kaki Mepet dengan Perlintasan Kereta di Kalianyar

    Megapolitan
    Cerita Juru Fotokopi di Polres Bekasi, Kelabakan Layani Ratusan CPNS Seharian...

    Cerita Juru Fotokopi di Polres Bekasi, Kelabakan Layani Ratusan CPNS Seharian...

    Megapolitan
    Prakiraan Cuaca BMKG, Hujan Turun di Sejumlah Wilayah Jabodetabek

    Prakiraan Cuaca BMKG, Hujan Turun di Sejumlah Wilayah Jabodetabek

    Megapolitan
    DPRD DKI Akan Ajukan Surat Perpanjangan Waktu Pembahasan Anggaran

    DPRD DKI Akan Ajukan Surat Perpanjangan Waktu Pembahasan Anggaran

    Megapolitan
    Fraksi PSI Sesalkan DKI Pangkas Anggaran Rehab Sekolah tetapi Tambah Anggaran Formula E

    Fraksi PSI Sesalkan DKI Pangkas Anggaran Rehab Sekolah tetapi Tambah Anggaran Formula E

    Megapolitan
    GrabWheels Klaim Punya Aturan buat Pengguna Skuter Listrik

    GrabWheels Klaim Punya Aturan buat Pengguna Skuter Listrik

    Megapolitan
    Keluarga Korban Kecelakaan Minta Grab Evaluasi Aturan Penggunaan GrabWheels

    Keluarga Korban Kecelakaan Minta Grab Evaluasi Aturan Penggunaan GrabWheels

    Megapolitan
    Sejumlah Negara Punya Aturan Soal Skuter Listrik, Indonesia Menyusul?

    Sejumlah Negara Punya Aturan Soal Skuter Listrik, Indonesia Menyusul?

    Megapolitan
    Sulit Dikenali, RS Polri Rekonstruksi Wajah Jenazah Pria Dalam Koper

    Sulit Dikenali, RS Polri Rekonstruksi Wajah Jenazah Pria Dalam Koper

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X