Kompas.com - 16/11/2012, 13:34 WIB
Penulis Imanuel More
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Yati, pemulung yang mengorbankan dua kambing pada Idul Adha lalu; dan suaminya, Maman; mengungkapkan kegembiraannya atas tawaran menunaikan ibadah haji dari para donatur.

"Senang banget, banyak orang yang memerhatikan kondisi kami. Sebagai orang Muslim, siapa sih yang enggak ingin naik haji," kata Maman saat ditemui Kompas.com di tempat tinggalnya di Jalan Tebet Barat Raya, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (16/11/2012).

Meski demikian, mereka masih khawatir dengan masa depan dan kebutuhan utama, terutama pondokan yang layak bagi kehidupan masa tua mereka. Pasalnya, hingga kini Maman dan Yati belum memiliki tempat tinggal. Pondokan yang didiami saat ini tergolong permukiman liar di lahan milik Dinas Sosial Pemprov DKI Jakarta.

"Tapi, pulang dari Tanah Suci, kami tetap harus mikir-mikir soal rumah dan tanah. Kan enggak enak kalau Pak Haji dan Bu Hajjah digusur," kata Maman, pria asal Purwokerto, yang terlihat jauh lebih muda dari istrinya.

Saat disinggung soal janji Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufrie yang akan memberikan rumah dan tanah, Maman menyatakan keyakinan janji itu akan dipenuhi. Ia mengungkapkan, beberapa staf Menteri Sosial (Mensos) telah beberapa kali mendatangi kediamannya untuk menindaklanjuti janji yang disampaikan Mensos pada Minggu, 28 Oktober lalu.

"Insya Allah lancar. Orang-orangnya Menteri sudah beberapa kali ke mari untuk ngumpulin data. Kayaknya mau disiapin rumah dan tanah di kampung ibu (Pasuruan)," tutur Maman.

Kegalauan yang sama sempat diungkapkan Yati saat ditemui Kompas.com beberapa waktu lalu. Menurut dia, menunaikan ibadah Haji merupakan impiannya. Namun, dia cukup realistis dalam menilai kemampuan.

"Siapa sih yang enggak mau naik haji, itu impian saya. Tapi, boro-boro mikir ke situ, tanah dan rumah aja enggak punya," kata Yati.

Meski demikian, Yati terlihat sangat gembira menerima tawaran Rainier Daulay dan kawan-kawan yang bersedia mengongkosi perjalanan haji Yati dan Maman.

"Alhamdulillah, Bapak dari Mekkah bisa melihat saya, dan mau mengangkat martabat saya supaya enggak jadi pemulung lagi," kata Yati saat menerima kunjungan Rainier dan kawan-kawan, Kamis (15/11/2012) kemarin.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.