PENDIDIKAN

Kartu Pintar Siap Diluncurkan

Kompas.com - 17/11/2012, 03:12 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera meluncurkan program unggulan Kartu Jakarta Pintar. Tahun ini, sebanyak 12.000 siswa miskin akan menerima Kartu Jakarta Pintar sebagai bantuan biaya personal.

Biaya personal digunakan untuk membeli seragam, sepatu, tas, ongkos berangkat/pulang sekolah, makanan, dan kegiatan insidental. Tahun 2012, anggaran biaya personal untuk siswa miskin Rp 37 miliar dengan penerima 12.766 siswa SMA/SMK.

Dana diberikan langsung kepada peserta didik melalui rekening di Bank DKI. ”Pelajar yang terdaftar menerima ATM. Tahun depan kami alokasikan untuk 150.000 siswa SD hingga SMA/SMK,” kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto, Jumat (16/11).

Untuk tahun 2013, biaya personal bagi siswa miskin diajukan sebesar Rp 378 miliar untuk 150.000 siswa. Untuk siswa SD mendapat Rp 180.000 per siswa per bulan, siswa SMP Rp 210.000, siswa SMA/SMK Rp 240.000.

Firmansyah (51), warga Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, mengetahui ada program itu melalui televisi. Dia berniat daftar karena sedang mengalami kesulitan keuangan. Tiga bulan terakhir, dia belum membayar uang bulanan anaknya yang duduk di bangku SMA. ”Saya sangat membutuhkan program itu. Mudah-mudahan sekolah mengabulkan, semua syarat sudah saya siapkan,” katanya.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Agus Suradika mengatakan, pada prinsipnya program ini sudah siap diluncurkan.

”Sistem pengawasan kami siapkan. Sekolah harus memastikan pelajar peserta program Kartu Jakarta Pintar harus siswa miskin,” kata Agus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada era mantan Gubernur Fauzi Bowo, hal serupa diberikan untuk siswa miskin melalui program Biaya Rawan Putus Sekolah, tetapi dana itu dikelola sekolah sebagai biaya operasional.

Menanggapi peluncuran Kartu Jakarta Pintar, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Wanda Hamidah, menyambut baik, tetapi meminta agar implementasinya benar-benar tepat sasaran. Dia meminta agar penerima Kartu Jakarta Pintar tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga usulan warga.

”Kartu Jakarta Pintar memang memberikan bantuan untuk biaya personal. Tetapi penerbitan kartu belum menyentuh sejumlah masalah esensial pendidikan di Jakarta, misalnya sistem nilai akademis atau NEM sebagai patokan pendaftaran dan angka putus sekolah yang tinggi,” ujar Wanda.

Menurut Wanda, Kartu Jakarta Pintar tidak akan banyak berarti jika tidak ada pembenahan dalam sistem penerimaan siswa baru. Sistem itu, lanjut dia, diskriminatif dan harus diubah.

”Jakarta juga semestinya bebas angka putus sekolah, bukannya semakin tinggi tiap tahun. Saat ini ada sekitar 50.000 siswa SMA/SMK di Jakarta yang rawan putus sekolah,” kata Wanda. (FRO/NDY)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.