Jokowi : KJP Simpel dan Dipegang Langsung Siswa

Kompas.com - 28/11/2012, 08:56 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah berhasil mengeluarkan Kartu Jakarta Sehat (KJS), Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo siap untuk turun langsung membagikan Kartu Jakarta Pintar (KJP). KJP ini rencananya akan mulai dibagikan per 1 Desember 2012.

Jokowi pun mengatakan, dia telah siap untuk membagikannya kepada siswa SMA dan SMK. "Fix, Siap. Ya sudah, tinggal dibagikan saja. Kalau totalnya saya lupa, tapi untuk SMA dan SMK dulu," kata Jokowi, di Balaikota DKI, Jakarta, Selasa (27/11/2012) malam.

Rencananya, pada tahap awal, kartu tersebut akan dibagikan kepada 3.008 siswa dari 111 sekolah (12 negeri dan 99 swasta). Jokowi pun memaparkan perbedaan sistem KJP dengan sistem beasiswa.

"Ini kan baru awal, kan baru membenahi sistem, nanti kalau sudah semuanya, akan menginduk pada KJP. Pertama, ini sangat simpel dan sederhana. Yang kedua, dipegang langsung oleh siswa," kata Jokowi.

Terkait kontrol penggunaan KJP, Jokowi mengatakan, dalam penggunaan KJP itu akan ada aturannya sendiri. "Nanti kami sampling, apakah uang itu dipakai untuk beli seragam, untuk beli kebutuhan lainnya untuk sekolah. Kalau tidak sesuai aturan, akan dicabut," kata Jokowi.

Namun, Jokowi belum mau berbicara banyak terkait regulasi KJP tersebut karena, menurut dia, KJP itu konsepnya akan lebih dimatangkan kembali.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto menjelaskan, Jokowi akan membagikan KJP secara langsung di dua lokasi, yakni di SMA Yappenda, Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk 1.657 siswa, dan 1.066 kartu akan dibagikan di SMA Paskalis, Kemayoran, Jakarta Pusat.

KJP merupakan salah satu program unggulan di bidang pendidikan hasil inisiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kartu ini berpihak pada peserta didik yang tidak mampu atau miskin dan sumber dananya bersumber dari dana rawan putus sekolah masing-masing suku dinas pendidikan di lima wilayah dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

KJP diperuntukkan sebagai biaya penunjang kebutuhan personal, semisal transportasi, buku, sepatu, baju, dan gizi. Nantinya, masing-masing siswa penerima akan memiliki KJP dalam format kartu ATM Bank DKI dengan suntikan dana sekitar Rp 240.000 per bulan. Tahun ini KJP hanya dibatasi untuk siswa di jenjang pendidikan menengah (SMA/SMK). Namun, ke depan, Pemerintah DKI Jakarta tengah mengkaji untuk memberikan kartu serupa untuk siswa di jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP).

Berita terkait dapat diikuti di topik :

100 HARI JOKOWI-BASUKI

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Warga Dihukum Berdoa di Makam Khusus Covid-19, Epidemiolog: Justru Risiko Tertular

    Warga Dihukum Berdoa di Makam Khusus Covid-19, Epidemiolog: Justru Risiko Tertular

    Megapolitan
    UPDATE Covid-19:  Muncul 46 Kasus Baru di Kota Tangerang, Total 5.214 Kasus

    UPDATE Covid-19: Muncul 46 Kasus Baru di Kota Tangerang, Total 5.214 Kasus

    Megapolitan
    Kurir Sabu yang Ditangkap di Padang Dapat Upah Rp 50 Juta per Kilogram

    Kurir Sabu yang Ditangkap di Padang Dapat Upah Rp 50 Juta per Kilogram

    Megapolitan
    Satu Minggu PSBB Ketat, Satpol PP Kumpulkan Rp 22,5 Juta Denda Pelanggar Prokes

    Satu Minggu PSBB Ketat, Satpol PP Kumpulkan Rp 22,5 Juta Denda Pelanggar Prokes

    Megapolitan
    Modus Dua Jambret di JPO Kalideres, Pepet Pejalan Kaki dan Tak Segan Lukai Korban

    Modus Dua Jambret di JPO Kalideres, Pepet Pejalan Kaki dan Tak Segan Lukai Korban

    Megapolitan
    Kurir Sabu Berbalut Teh yang Ditangkap di Padang Jaringan Malaysia

    Kurir Sabu Berbalut Teh yang Ditangkap di Padang Jaringan Malaysia

    Megapolitan
    Pemkot Tangsel Tak Tahu Ada Kendala Pengelolaan Sampah Medis di TPU Jombang

    Pemkot Tangsel Tak Tahu Ada Kendala Pengelolaan Sampah Medis di TPU Jombang

    Megapolitan
    Dinkes Tangsel Akui Kecolongan Soal Pembakaran Sampah Medis di TPU Jombang

    Dinkes Tangsel Akui Kecolongan Soal Pembakaran Sampah Medis di TPU Jombang

    Megapolitan
    Polsek Cipondoh Tangkap 3 Pelaku Pencurian Motor Antar Provinsi

    Polsek Cipondoh Tangkap 3 Pelaku Pencurian Motor Antar Provinsi

    Megapolitan
    Kalideres, Kecamatan dengan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi di Jakbar

    Kalideres, Kecamatan dengan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi di Jakbar

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Berupaya Tambah Ruang ICU untuk Pasien Covid-19

    Pemkot Bekasi Berupaya Tambah Ruang ICU untuk Pasien Covid-19

    Megapolitan
    Dua Polisi Terluka Saat Lerai Tawuran di Manggarai

    Dua Polisi Terluka Saat Lerai Tawuran di Manggarai

    Megapolitan
    Satu Wanita yang Diduga Penyuplai Batu Saat Tawuran di Manggarai Diamankan Polisi

    Satu Wanita yang Diduga Penyuplai Batu Saat Tawuran di Manggarai Diamankan Polisi

    Megapolitan
    90 Kasus Baru di Bogor Tertinggi Selama Pandemi, Wali Kota Bogor: Kondisi Sangat Darurat!

    90 Kasus Baru di Bogor Tertinggi Selama Pandemi, Wali Kota Bogor: Kondisi Sangat Darurat!

    Megapolitan
    Beroperasi 3 Hari, Lahan Baru di TPU Jombang Langsung Terisi 11 Jenazah Covid-19

    Beroperasi 3 Hari, Lahan Baru di TPU Jombang Langsung Terisi 11 Jenazah Covid-19

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X