Pengusaha Garmen Keberatan UMP RP 2,2 Juta

Kompas.com - 29/11/2012, 19:17 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha garmen dari Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung Cilincing, Jakarta Utara, menyatakan keberatan atas angka upah minumum Provinsi (UMP) yang ditetapkan Pemprov DKI. Mereka mengungkapkan langsung keberatan itu kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Sudirman, salah seorang pengusaha garmen, mengatakan, mereka meminta Pemprov DKI Jakarta menangguhkan realisasi UMP baru. Alasannya, para pengusaha tidak mampu membayar buruh dengan upah sesuai UMP. Selain itu, produktivitas buruh pun belum sebanding dengan produksi yang dihasilkan.

"Karena perusahaan garmen kami padat karya bukan padat modal. Kami enggak sanggup bayar karena belum take home pay," kata Sudirman saat menemui Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (29/11/2012).

Ia menyampaikan, apabila kenaikan UMP benar-benar dijalankan mulai tahun depan, maka dampak terburuknya akan terlihat. Pengurangan jumlah pegawai tidak akan terelakkan, atau perusahaan terpaksa gulung tikar lantaran mengalami kerugian.


"UMP naik 43 persen, kan enggak mungkin produktivitasnya naik segitu juga," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memang telah menetapkan UMP DKI 2013 Rp 2,2 juta, naik 43 persen dari UMP sebelumnya. Menurut Jokowi, keputusan tersebut diambil setelah mendengar aspirasi dari seluruh pihak, baik itu buruh maupun perwakilan pengusaha.

 

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

    Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

    Megapolitan
    Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

    Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

    Megapolitan
    Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

    Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

    Megapolitan
    Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

    Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

    Megapolitan
    Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

    Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

    Megapolitan
    Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

    Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

    Megapolitan
    Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

    Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

    Megapolitan
    Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

    Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

    Megapolitan
    Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

    Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

    Megapolitan
    Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

    Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

    Megapolitan
    Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

    Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

    Megapolitan
    Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

    Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

    Megapolitan
    Dishub DKI Surati Pengurus Gedung Sediakan Fasilitas Pesepeda

    Dishub DKI Surati Pengurus Gedung Sediakan Fasilitas Pesepeda

    Megapolitan
    Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

    Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

    Megapolitan
    Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Penumpang Bus di Kalideres Diperiksa

    Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Penumpang Bus di Kalideres Diperiksa

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X