Kompas.com - 30/11/2012, 22:54 WIB
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, akan segera memutuskan keberlanjutan nasib proyek transportasi massal berbasis rel, Mass Rapid Transit (MRT) dan Monorel pada Desember tahun ini. Sementara, untuk kelanjutan pembangunan transportasi massal berbasis bus rapid transit (BRT) akan diselesaikan tahun depan.

"MRT dan Monorel akan segera kita putuskan tahun ini, bulan Desember ini, dua-duanya. Kemudian, BRT juga akan diselesaikan tahun depan," kata Jokowi, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (30/11/2012).

Untuk keberlanjutan mega proyek MRT, Jokowi telah bertemu dengan PT MRT Jakarta empat kali. Tiga kali pemaparan, Jokowi masih bingung. Namun, pada pemaparan keempat kalinya bersama Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tribudi Rahardjo, Jokowi akhirnya mendapat pencerahan terkait megaproyek tersebut.

Namun, ia akan kembali bertemu dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo untuk menegosiasi terkait pembagian beban pengembalian pinjaman kepada Japan International Cooperation Agency (JICA).

Awalnya perbandingan beban pengembalian pinjaman itu adalah 42:58. Sebanyak 42 persen untuk Pemerintah Pusat dan 58 persen untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Namun karena dirasa berat, Jokowi pun bernegosiasi dengan Kementerian Keuangan agar perbandingan beban anggaran menjadi 70:30. Negosiasi pun akan dilakukan dengan pihak pemberi pinjaman, yaitu JICA.

"Ya, nanti akan ada dua renegosiasi. Yang pertama dengan pak Menteri Keuangan, kedua dengan yang memberi pinjaman," ujar Jokowi.

Keputusan resmi pembangunan MRT yang saat ini sedang dalam proses tender konstruksi fisik tersebut, menurut Jokowi, akan diumumkan kepada publik setelah permohonannya dikabulkan Kementerian Keuangan. Ia merencanakan paling tidak sebelum akhir Desember keputusan tersebut bisa diumumkan.

"Setelah ketemu Menteri Keuangan. Proyek ini dilanjutkan, asalkan pembagian 70:30 itu dikabulkan," tandas mantan Wali Kota Surakarta ini.

Pembangunan proyek monorel sduah dimulai pada 2004. Akan tetapi, karena permasalahan dana, pembangunan itu akhirnya tersendat dan berhenti pada 2007. Hal ini diperparah dengan proses pembebasan lahan yang tersendat karena ketidaksiapan Pemprov DKI dalam hal dana.

Di tahun ini, proyek tersebut kembali mengemuka, khususnya di masa peralihan Gubernur DKI Jakarta, dari Fauzi Bowo ke Joko Widodo. Dana diperoleh berdasarkan gabungan konsorsium. Tim konsorsium siap menutupi 30 persen anggaran yang diperlukan, sementara sisanya diperoleh dari pinjaman bank.

Dana untuk mengembalikan ke bank ini nantinya digalang berdasarkan tarif yang dibebankan kepada masyarakat. Penentuan tarif ditentukan kemudian, merujuk pada kemampuan pasar setelah dilakukan kajian.

Jokowi pun mengaku belum dapat memutuskan apakah proyek tersebut akan dilanjutkan atau berhenti. Pasalnya, ia bersama tim masih menunggu perincian dana yang diperlukan, merujuk pada hasil presentasi monorel.

Sejatinya, monorel akan memiliki tiga jalur. Jalur pertama terbentang dari Cawang, Semanggi, Grogol, Harmoni, Monas, hingga Senen. Jalur kedua melintasi Tanah Abang, Bundaran Hotel Indonesia, Dukuh Atas, Kuningan, Semanggi, SCBD, Senayan, dan Stasiun Palmerah. Jalur ketiga adalah Cawang, Jalan Oto Iskandar Dinata (Otista), Senen, Mangga Dua, dan Ancol.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.