Pemkot Bogor Kembali Ingatkan untuk Tidak Jauhi ODHA

Kompas.com - 03/12/2012, 23:52 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Pemkot Bogor mengingatkan masyarakat untuk tidak menjauhi atau mendiskriminasikan ODHA ataupun OHIDHA. Sebab, itu akan menghambat mereka mendapat pelayanan kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Seketaris Daerah Pemko Bogor Aim Halim Hermana saat membuka seminar pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS pada peringatan Hari AIDS Sedunia tingkat Kota Bogor, di Balaikota, Senin (3/12/2012).

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Humas Pemkot Bogor dijelaskan, ODHA adalah orang penderita HIV/AIDS, sedangkan OHIDHA adalah orang hidup dengan penderita HIV/AIDS.         

"Kita harus bergerak bersama-sama menurunkan stigma dan diskiriminasi yang terjadi pada ODHA dan OHIDHA untuk membendung terjadinya epidemik HIV/AIDS," kata Aim.

Menurut Aim, kampanye berkesinambungan harus terus dilakukan untuk menyadarkan dan mengajak lebih banyak pihak di Kota Bogor, bagaimana melakukan berbagai aksi nyata pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

Apalagi, risiko penularan HIV/AIDS tidak hanya terbatas pada populasi berisiko tinggi, tetapi juga menular pada pasangan atau bahkan istri dan anak. Hasil proyeksi 2008-2014 menunjukkan, jumlah ODHA pada kelompok perempuan akan meningkat pada kisaran 28 persen.

Data KPAD Kota Bogor menyebutkan, jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Bogor berdasarkan jenis kelamin dari tahun 2006 sampai Oktober 2012 tercatat, laki-laki 1.096 orang dan perempuan 403 orang. Mencermati kondisi ini, sambung Aim, perlu dilakukan ikhtiar yang lebih besar dan lebih kuat mengurai berbagai masalah terkait penyebaran HIV/AIDS.

Kondisi ini pula untuk terus mendorong KPAD Kota Bogor melakukan kerja sama dengan seluruh komponen masyarakat peduli AIDS, seperti LSM, rumah sakit, puskesmas, klinik swasta petugas penjangkau, dan petugas lapangan lainnya dalam upaya melakukan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

"Tingkatkan terus kampanye kesadaran masyarakat tentang HIV/AIDS karena dampak dari HIV/AIDS bukan hanya pada ODHA, tetapi juga pada OHIDHA," ingatnya.

Seminar dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kota Bogor Fauziah Diani Budiarto dengan para pesertanya sejumlah organisasi wanita, seperti GOW, Tim Penggerak PKK, dan Dharma Wanita. Narasumber seminar yaitu Asisten Deputi Program KPAN Halik Sidik dan Ayie Sri Kartika dari Instalasi Pemulihan Ketergantungan Napza RS Marzuki Mahdi Bogor.



EditorRobert Adhi Ksp
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X