Kompas.com - 27/12/2012, 15:39 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia Tan Harry Tantono, John Refra alias John Kei, mengaku akan mengajukan banding pada putusan majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Menurutnya, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) tak memiliki cukup bukti atas keterlibatannya pada perkara ini.

"Dari awal juga sudah aneh, P21 hanya dalam waktu satu jam, padahal saya punya waktu 120 hari. Berkas saya kayak dipaksakan, padahal kalau memang terbukti mengapa harus selama ini," kata John Kei seusai sidang pembacaan vonis di PN Jakpus, Kamis (27/12/2012).

Secara bersamaan, ketua tim penasihat hukum John Kei, Indra Sahnun Lubis, kembali menegaskan sejumlah keanehan yang terjadi dalam sidang pembacaan vonis. Menurutnya, majelis hakim tak melakukan penggalian pada tuntutan yang dilakukan tim JPU.

Semua keterangan saksi, kata dia, tidak mampu membuktikan keterlibatan Jhon Kei. Keterangan saksi lebih tepat ditujukan pada kasus pembunuhan yang lima tersangkanya sudah divonis, yakni Ancola Kei, Tuce Kei, Dani Res, Kupra, dan Chandra Kei.

Indra mengungkapkan, keterangan saksi yang dibacakan majelis hakim dalam sidang yang digelar selama empat jam itu juga muncul keterangan saksi yang palsu. Saksi tersebut bernama Edi Junaedi yang namanya tak pernah muncul dalam hasil pemeriksaan, tetapi dibacakan dalam sidang pembacaan vonis.

"Kita pasti bandinglah, majelis hakim cuma menyalin dan enggak menggali. Keterangan saksi semuanya soal pembunuhan, enggak terkait dengan tiga terdakwa hari ini," ujar Indra.

Sebelumnya, majelis hakim yang dipimpin Supradja menetapkan vonis 12 tahun dipotong masa tahanan kepada terdakwa John Kei. Sementara dua terdakwa lainnya, Yosep Hungan dan Muklis, divonis masing-masing pidana 1 tahun 6 bulan dipotong masa tahanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para terdakwa dijerat dengan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 dan Pasal 56 Ayat 1 ke-2 KUHP, subsider Pasal 338 KUHP Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1, dan Pasal 56 Ayat 1 ke-2 KUHP. Ketiga terdakwa itu dianggap terlibat dalam pembunuhan berencana kepada Tan Harry Tantono.

Korban ditemukan tewas di kamar 2701 Swiss-Belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 26 Januari 2012 lalu. Korban tewas dengan 23 luka tusuk di sekujur tubuhnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.