Deretan Mobil Mewah Pengantar Rasyid Rajasa

Kompas.com - 07/01/2013, 16:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Waktu menunjukkan pukul 14.20 WIB saat mobil Vellfire B 1785 PFA memasuki halaman gedung Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (7/1/2013). Tepat di depan serambi gedung, mobil mewah itu berhenti.

Sesaat kemudian keluar dari pintu tengah mobil sosok berambut putih yang sudah dikenal masyarakat, Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Mengenakan kemeja batik coklat dan celana bahan, ia diikuti isterinya yang mengenakan kerudung dan baju putih. Menyusul di belakang keduanya putra mereka, M Rasyid Amrullah (22), yang mengenakan kemeja putih lengan panjang.

Antrean mobil lain berderet di belakang Vellfire, yakni Toyota Fortuner B 2036 RFS, Alphard B 232 RVS, dan Mazda Infiniti B 1814 SMY. Semua mobil mewah itu hadir di Ditlantas Polda dengan satu tujuan, mengantar Rasyid yang akan menjalani pemeriksaan terkait kecelakaan pada Selasa (1/1/2013) pagi di Jalan Tol Jagorawi Km 3+350.

"Siang ini saya mengantarkan putra kami untuk mengikuti pemeriksaan sesuai proses hukum yg berlaku di tanah air," kata Hatta di pintu masuk gedung.

Ini bukan pemandangan biasa. Sejak jam 14.00 WIB, beberapa petugas terlihat telah berdiri mengatur lalu lintas di sekitar flyover Pancoran arah Cawang, di depan kantor Ditlantas Polda. Saat rombongan yang mengantar tersangka itu tiba, mereka disambut oleh AKBP Sudarmanto, Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Dirlantas.

Dari proses awal ini terlihat bahwa kasus ini istimewa. Kehadiran puluhan awak media yang berdesakan di pintu gedung pun menunjukkan kasus ini menjadi perhatian khusus. Keistimewaan kasus kecelakaan ini tersirat dalam ucapan Sudarmanto yang menyebut Hatta sebagai seorang negarawan.

"Pak Hatta telah menunjukkan sikap negarawan yang bijaksana yang mengantar putranya yang sedang bermasalah," ujar Sudarmanto.

Meski demikian, keistimewaan kasus ini, kenegarawanan Hatta Rajasa, deretan mobil mewah yang mengantar Rasyid, diharapkan tidak menjadikan adanya perlakuan istimewa bagi tersangka. Dua nyawa dan tiga orang cedera bukan nilai murah untuk mendapatkan keistimewaan proses hukum.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorAna Shofiana Syatiri

    Terkini Lainnya

    Begini Cara TM Ragunan Mengembangbiakkan Harimau Sumatera

    Begini Cara TM Ragunan Mengembangbiakkan Harimau Sumatera

    Megapolitan
    KPK Lakukan Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Maluku

    KPK Lakukan Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Maluku

    Nasional
    Peserta Pemilu Dilarang Beri Uang Transportasi untuk Kampanye Terbuka

    Peserta Pemilu Dilarang Beri Uang Transportasi untuk Kampanye Terbuka

    Regional
    Di Gunung Tidar, Gubernur Ganjar dan Warga Gelar Slametan Puser Bumi

    Di Gunung Tidar, Gubernur Ganjar dan Warga Gelar Slametan Puser Bumi

    Nasional
    Plt Bupati Cianjur Sarankan Kotak Suara Pemilu Dibuat Transparan

    Plt Bupati Cianjur Sarankan Kotak Suara Pemilu Dibuat Transparan

    Regional
    Kisah Pilu Taufik, Malaikat Kecil Penyelamat Turis Malaysia yang Jadi Tulang Punggung Keluarga (1)

    Kisah Pilu Taufik, Malaikat Kecil Penyelamat Turis Malaysia yang Jadi Tulang Punggung Keluarga (1)

    Regional
    [POPULER MEGAPOLITAN]: MRT Diresmikan Beroperasi

    [POPULER MEGAPOLITAN]: MRT Diresmikan Beroperasi

    Megapolitan
    5 Fakta Kampanye Terbuka Prabowo, Sebut Anggaran Negara Bocor Rp 1.000 Triliun hingga Mencari Suara di Tanah Kelahiran Ibu

    5 Fakta Kampanye Terbuka Prabowo, Sebut Anggaran Negara Bocor Rp 1.000 Triliun hingga Mencari Suara di Tanah Kelahiran Ibu

    Regional
    Gubernur Bengkulu Minta Bandara Fatmawati Soekarno Perluas Rute Internasional

    Gubernur Bengkulu Minta Bandara Fatmawati Soekarno Perluas Rute Internasional

    Regional
    Hari Kedua Kampanye Terbuka, Prabowo ke Papua, Sandiaga di Jakarta

    Hari Kedua Kampanye Terbuka, Prabowo ke Papua, Sandiaga di Jakarta

    Nasional
    7 Fakta Deklarasi Alumni di Yogyakarta, Jokowi Lawan Fitnah hingga Deklarasi Dilarang Bawaslu

    7 Fakta Deklarasi Alumni di Yogyakarta, Jokowi Lawan Fitnah hingga Deklarasi Dilarang Bawaslu

    Regional
    Kubu Prabowo Incar Pendukung Jokowi, Ini Strategi TKN

    Kubu Prabowo Incar Pendukung Jokowi, Ini Strategi TKN

    Nasional
    Bayi Kembar asal Bandung Barat Diberi Nama Prabowo dan Sandiaga (1)

    Bayi Kembar asal Bandung Barat Diberi Nama Prabowo dan Sandiaga (1)

    Regional
    Korban Selamat Penembakan Massal SMA di Florida Bunuh Diri

    Korban Selamat Penembakan Massal SMA di Florida Bunuh Diri

    Internasional
    Jumlah Penderita HIV/AIDS di Kulon Progo Meningkat Drastis

    Jumlah Penderita HIV/AIDS di Kulon Progo Meningkat Drastis

    Regional

    Close Ads X