HTI Tuntut Jokowi Tak Izinkan Pembangunan Kedubes AS

Kompas.com - 08/01/2013, 20:52 WIB
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan orang yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Selasa (8/1/2013), melakukan unjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta.

Massa HTI menuntut Gubernur DKI Joko Widodo tidak memberi izin pembangunan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat yang terletak tak jauh dari Balaikota.

Tetapi, Jokowi mengatakan belulm mengerti permasalahan yang diajukan HTI, meski perwakilan organisasi itu sudah menjelaskan secara langsung tuntutan mereka kepada mantan Wali Kota Solo itu.

"Iya, tapi saya belum mengerti, gambarnya juga saya belum mengerti," kata Jokowi, di Blok M, Jakarta Selatan.

Jokowi mengaku untuk permasalahan yang dikeluhkan HTI itu, dirinya berpegang kepada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

"Ya saya belum mengerti. Pegangan saya kan sesuai aturan dan perundang-undangan saja. Kalau ada yang tidak setuju, saya kira kita ini kan berpegang pada prinsip demokrasi," kata Jokowi.

Dalam aksi unjuk rasanya, HTI mendesak Jokowi tidak memberi izin pembangunan Kedubes Amerika Serikat yang rencananya akan diperluas hingga 10 lantai dengan nilai proyek sekitar 450 juta dollar AS (sekitar Rp 4,2 triliun).

HTI menyebut proyek yang akan melibatkan lebih dari 5.000 pekerja itu merupakan bagian dari mata-mata asing yang ingin menguasai Indonesia.

"Jangan jadikan Jakarta ini sebagai pusat imperialisme di Asia, kalau sampai ini dibangun, maka ini akan menjadi Kedubes AS terbesar," ujar Koordinator HTI, Syaifudin Zuhri.

Bahkan, lanjut Zuhri, jika Jokowi tetap mengizinkan pembangunan Kedubes AS tersebut, maka HTI mengancam akan mendatangi lagi Balaikota dan menggelar aksi yang lebih dahsyat untuk menolak rencana pembangunan gedung tersebut.

"Kalau Jokowi mengijinkan pembangunan, berarti Jokowi juga merupakan antek- antek imperialisme," ujarnya.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dibuka Lagi, Pelayanan SIM di Daan Mogot Dipadati Ratusan Warga

    Dibuka Lagi, Pelayanan SIM di Daan Mogot Dipadati Ratusan Warga

    Megapolitan
    UPDATE 30 Mei: Bertambah 100 Kasus, Total 7.153 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

    UPDATE 30 Mei: Bertambah 100 Kasus, Total 7.153 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

    Megapolitan
    PSBB Berakhir pada 4 Juni, Kabupaten Bekasi Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

    PSBB Berakhir pada 4 Juni, Kabupaten Bekasi Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

    Megapolitan
    Pemprov DKI: Banyak Permohonan SIKM untuk ART yang Ditolak

    Pemprov DKI: Banyak Permohonan SIKM untuk ART yang Ditolak

    Megapolitan
    Soal New Normal di Mal, Pengelola Siap Ikuti Aturan Pemerintah

    Soal New Normal di Mal, Pengelola Siap Ikuti Aturan Pemerintah

    Megapolitan
    Kronologi 14 Warga Tambora Jadi ODP Covid-19 hingga Dukungan dari Tetangga

    Kronologi 14 Warga Tambora Jadi ODP Covid-19 hingga Dukungan dari Tetangga

    Megapolitan
    Pengajuan SIKM Membeludak, Pemprov DKI: Banyak Warga yang Kurang Bijak

    Pengajuan SIKM Membeludak, Pemprov DKI: Banyak Warga yang Kurang Bijak

    Megapolitan
    Satpol PP DKI: Kami Tindak 97,8 Persen Laporan Pelanggaran PSBB

    Satpol PP DKI: Kami Tindak 97,8 Persen Laporan Pelanggaran PSBB

    Megapolitan
    Dua Pemuda Berboncengan Motor Tewas Setelah Menabrak Mobil

    Dua Pemuda Berboncengan Motor Tewas Setelah Menabrak Mobil

    Megapolitan
    7 Pemudik Lolos Tanpa SIKM, Dishub Perketat Check Point di Jakarta Selatan

    7 Pemudik Lolos Tanpa SIKM, Dishub Perketat Check Point di Jakarta Selatan

    Megapolitan
    Tunjangan PNS DKI Dipangkas 25 Persen, Mengapa THR TGUPP Tetap Penuh?

    Tunjangan PNS DKI Dipangkas 25 Persen, Mengapa THR TGUPP Tetap Penuh?

    Megapolitan
    Viral Unggahan Warga Jual Paket Bantuan Sembako di Facebook, Ini Penjelasan Penjualnya

    Viral Unggahan Warga Jual Paket Bantuan Sembako di Facebook, Ini Penjelasan Penjualnya

    Megapolitan
    Pengalaman Dirut Baru Transjakarta Sardjono Jhony: Pilot, CEO Merpati, hingga Bos di Angkasa Pura I

    Pengalaman Dirut Baru Transjakarta Sardjono Jhony: Pilot, CEO Merpati, hingga Bos di Angkasa Pura I

    Megapolitan
    Polri Buka Kembali Layanan Pembuatan dan Perpanjangan SIM, STNK, dan BPKB

    Polri Buka Kembali Layanan Pembuatan dan Perpanjangan SIM, STNK, dan BPKB

    Megapolitan
    Belasan Ribu Orang Langgar PSBB di Jakarta, Total Denda Hampir Rp 600 Juta

    Belasan Ribu Orang Langgar PSBB di Jakarta, Total Denda Hampir Rp 600 Juta

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X