Kompas.com - 09/01/2013, 11:35 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendapat protes keras dari pengacara publik Farhat Abbas. Melalui akun Twitternya, @farhatabbaslaw, Farhat keberatan dengan pernyataan sang Wakil Gubernur terkait pelat nomor polisi bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ketika dimintai konfirmasinya, kepada Kompas.com pada Rabu (9/1/2013) siang, Farhat mengakui bahwa akun @farhatabbaslaw memang miliknya.

Berikut ini "kicauan" Farhat dalam situs jejaring sosial Twitter yang di-posting pada Rabu pukul 08.03 WIB tersebut.

@farhatabbaslaw: Ahok sana sini protes plat pribadi B 2 DKI dijual polisi ke org Umum katanya! Dasar Ahok plat Aja diributin! Apapun platnya tetap C***!

Kicauan Farhat langsung ditanggapi beragam komentar. Namun, jawaban kontra paling banyak menghiasi jawaban Farhat itu. Salah satu kicauan balasan dari akun Twitter @radjayou.

@radjayou: C*** bagian dr nuswantoro gak? Hati2 rasis.

Sesorang lagi kemudian menulis di timeline setelahnya.

@Poer23_Asr: orang ini mengajarkan kebencian dan SARA.parah!

Tak hanya diam, Farhat pun turut menanggapi pernyataan para pengguna dunia maya tersebut. Menurut suami penyanyi Nia Daniati itu, kata C*** yang dimaksud bukan bermuatan rasial, melainkan menekankan pada status sosial yang bersangkutan di Indonesia.

@LeoSimorangkir maksud gue knp org C*** harus ngamuk2 krn plat nomor doang ! Orang C*** kan sopan Dan ga suka ngamuk! Jualan Aja dpt garansi.

Pergulatan wacana para pengguna media sosial tersebut terkait pernyataan kontroversial yang dilontarkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tentang pelat nomor khusus yang dipasang di mobil dinas gubernur dan wakil gubernur. Pasalnya, hingga saat ini, polisi belum memberikan pelat itu kepada Jokowi dan Basuki.

"Kalau kita mau omong jujur, pelat nomor RFS dan RFD itu semua orang punya uang juga bisa beli. Tetangga saya punya banyak RFS dan RFD," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (4/1/2013).

Berita terkait, baca:

100 HARI JOKOWI-BASUKI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.