Kompas.com - 09/01/2013, 13:18 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengacara publik, Farhat Abbas, memprotes pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait tak kunjung diselesaikannya pemasangan pelat nomor khusus bagi pejabat di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta oleh pihak kepolisian. Lalu, apa alasan Farhat memprotes pernyataan Basuki?

Menurut Farhat, protes tersebut dilontarkan atas dasar perlakuan yang sama di hadapan hukum. Meski pejabat sekalipun, seseorang tidak berhak menuntut lebih, termasuk soal penggunaan pelat nomor. Artinya, sangat sah jika pelat nomor B 1 DKI atau B 2 DKI dimiliki oleh perorangan, entah pengusaha atau warga biasa. "Maksud saya Ahok (sapaan Basuki) itu membuat suatu rumor, opini bahwa seolah-olah polisi sudah menjual pelat nomor. Sah-sah saja nomor kecil itu milik pegawai swasta atau pegawai negeri, namanya kan persamaan kedudukan hukum," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (9/1/2013) pagi.

Farhat mengatakan, berdasarkan pantauannya di media massa elektronik, pernyataan Basuki tersebut dilontarkannya dalam bentuk bahasa tubuh layaknya orang yang tengah meluapkan amarah. Hal tersebut membuat Farhat mengait-ngaitkannya dengan latar belakang kesukuan Basuki. Menurut Farhat, pernyataan Basuki terlalu angkuh dan tidak mencerminkan sifat orang-orang serumpunnya.

Pria yang juga mendeklarasikan diri sebagai calon presiden RI alternatif dari kaum muda itu juga mengatakan, dirinya berani bertaruh bahwa pengusaha-pengusaha yang dituding Basuki membeli pelat nomor khusus dari kepolisian itu pun adalah pengusaha dari keturunan yang sama dengan Basuki. Farhat berharap, pernyataan yang dilontarkannya melalui media sosial Twitter tersebut tidak menyinggung perasaan sang Wakil Gubernur. Ia juga berharap publik atau pihak-pihak tertentu tidak mengadu domba dirinya dengan Basuki karena kicauannya bersifat kritik membangun.

Pernyataan kontroversial yang dilontarkan Farhat itu diunggah melalui akun Twitter @farhatabbaslaw pada Rabu pukul 08.03 WIB. Dalam "kicauannya", Fahat merasa keberatan dengan pernyataan Basuki terkait pelat nomor polisi khusus bagi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Farhat memprotes sikap Basuki yang meributkan hal itu di depan publik.

Pernyataan Basuki mengenai pemasangan pelat nomor khusus di mobil pejabat Pemprov DKI itu dilontarkannya pada Jumat (4/1/2013) di Balaikota. Meski belum mendapat konfirmasi kepolisian, dalam hal ini Polda Metro Jaya, kuat dugaan bahwa pelat nomor B 2 DKI dan B 3 DKI telah diberikan Polda Metro Jaya kepada pengusaha.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.