Jokowi Dikritik soal Tol

Kompas.com - 11/01/2013, 02:30 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Keputusan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengenai persetujuan pembangunan enam ruas jalan tol menuai kritik. Keputusan ini bertentangan dengan program pemerintah tentang penghematan bahan bakar minyak.

Meskipun persetujuan ini dimaksudkan untuk memaksimalkan jalan tol sebagai jalur angkutan massal, kata Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi Darmaningtyas, Kamis (10/1), di Jakarta, hal itu tidak mungkin.

Alasan Darmaningtyas, jalan tol itu hanya bisa dilewati, tetapi tidak bisa digunakan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Bahkan, yang terjadi bisa sebaliknya, keputusan persetujuan enam jalan tol tersebut berdampak pada semakin parahnya kemacetan di Ibu Kota.

”Ini kekonyolan yang harus ditolak demi kepentingan warga Jakarta,” katanya.


Prioritas bus transjakarta

Menanggapi pendapat tersebut, Joko Widodo mengatakan, secara bertahap angkutan umum bisa melintas di enam ruas jalan tol dalam kota yang akan dibangun. Pada tahap pertama, baru bus transjakarta yang diperbolehkan melintas di jalan tol.

”Dari desain yang saya lihat kemarin di Kementerian Pekerjaan Umum, akan ada halte bus transjakarta di jalan tol itu. Itulah sebabnya saya setuju karena bus transjakarta layang bisa masuk ke ruas tol,” kata Jokowi di Balaikota.

Di enam ruas jalan tol dalam kota itu juga akan dibuat jalur khusus untuk transjakarta dan angkutan umum lainnya, sekaligus sarana penunjangnya. Pada tahap berikutnya, angkutan umum lain diperbolehkan melintas di enam ruas jalan tol itu.

Syaratnya, angkutan itu harus diperbaiki dan memenuhi standar keamanan dan kenyamanan seperti layaknya bus transjakarta. ”Nanti pelan-pelan kita tata dulu, ya kopaja, ya metromini, supaya bisa juga melintas di jalan itu,” kata Jokowi.

Detail kajian analisis mengenai dampak lingkungan pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota ada di Kementerian Pekerjaan Umum. Enam ruas jalan tol yang akan dibangun adalah ruas Semanan-Sunter (17,88 km), Sunter-Bekasi Raya (11 km), Duri Pulo-Kampung Melayu (11,38 km), Ulujami-Tanah Abang (8,27 km), dan Pasar Minggu-Casablanca (9,56 km).

Proyek itu diprakarsai Jakarta Tollroad Development dengan dana Rp 42 triliun yang seluruhnya ditanggung pemerintah pusat. Pembangunan yang dimulai tahun 2013 ini diperkirakan selesai tahun 2022.

Berdasarkan studi Institute for Transportation and Development Policy, pembangunan jalan tol di dalam kota dianggap sebagai ide usang di negara-negara maju. Jalan tol didesain untuk kendaraan yang lebih besar dan tidak bisa memindahkan orang seefektif jalan non-tol di dalam kota untuk melayani jarak pendek. (ndy/fro)



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas UPK Badan Air Temukan Jasad Bayi Saat Bersihkan Kali Grogol, Sempat Kira Bangkai Ayam

Petugas UPK Badan Air Temukan Jasad Bayi Saat Bersihkan Kali Grogol, Sempat Kira Bangkai Ayam

Megapolitan
Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik Hitam di Pinggir Kali Grogol

Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik Hitam di Pinggir Kali Grogol

Megapolitan
August Parengkuan di Mata Lilik Oetama

August Parengkuan di Mata Lilik Oetama

Megapolitan
Polisi Siapkan 1.500 Personel Amankan Demo BEM SI di Istana

Polisi Siapkan 1.500 Personel Amankan Demo BEM SI di Istana

Megapolitan
Remaja Pemalak Sopir Truk di Angke Ditangkap, Tak Terima Uang Rp 2.000 Saat Beraksi

Remaja Pemalak Sopir Truk di Angke Ditangkap, Tak Terima Uang Rp 2.000 Saat Beraksi

Megapolitan
Ini Tunjangan Tambahan yang Didapat Pimpinan dan Anggota DPRD DKI

Ini Tunjangan Tambahan yang Didapat Pimpinan dan Anggota DPRD DKI

Megapolitan
4 Fakta Kasus Pencabulan 7 Bocah Perempuan oleh Guru Ngaji

4 Fakta Kasus Pencabulan 7 Bocah Perempuan oleh Guru Ngaji

Megapolitan
Seorang Ibu di Kebon Jeruk Aniaya Anaknya yang Berusia 2 Tahun hingga Tewas

Seorang Ibu di Kebon Jeruk Aniaya Anaknya yang Berusia 2 Tahun hingga Tewas

Megapolitan
Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Ini Harapan Masyarakat dari Berbagai Lapisan

Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Ini Harapan Masyarakat dari Berbagai Lapisan

Megapolitan
Sambut Pemerintahan Baru Jokowi-Ma'ruf, BEM SI Kembali Gelar Demo di Istana Hari Ini

Sambut Pemerintahan Baru Jokowi-Ma'ruf, BEM SI Kembali Gelar Demo di Istana Hari Ini

Megapolitan
Serba-serbi Perayaan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, dari Nasi Goreng Gratis hingga Konvoi Bajaj

Serba-serbi Perayaan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, dari Nasi Goreng Gratis hingga Konvoi Bajaj

Megapolitan
Saat Eggi Sudjana dan Mayjen TNI (Purn) Soenarko Kembali Terjerat Kasus Pidana

Saat Eggi Sudjana dan Mayjen TNI (Purn) Soenarko Kembali Terjerat Kasus Pidana

Megapolitan
Pengamat: Perlu Ada Tes Psikologi untuk Dapatkan SIM

Pengamat: Perlu Ada Tes Psikologi untuk Dapatkan SIM

Megapolitan
27 Orang Mengungsi akibat Kebakaran di Cawang

27 Orang Mengungsi akibat Kebakaran di Cawang

Megapolitan
Polisi Tangkap 3 Tersangka Pelaku Curanmor di Tanjung Duren

Polisi Tangkap 3 Tersangka Pelaku Curanmor di Tanjung Duren

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X