Jokowi Bantah Ada Tekanan dari Pemerintah Pusat

Kompas.com - 11/01/2013, 12:38 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah menyetujui proyek pembangunan enam ruas tol dalam kota, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menuai kritik dari berbagai kalangan. Jokowi dianggap tidak kuat menahan tekanan pemerintah pusat untuk melanjutkan rencana tersebut. Namun, hal itu dibantah keras oleh Jokowi.

Rencana pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota itu telah digagas sejak kepemimpinan Gubernur Sutiyoso. Saat masih mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta, Jokowi berulang kali menegaskan bahwa pembangunan jalan tol itu tidak berpihak pada warga kalangan bawah dan hanya menguntungkan warga berkendaraan pribadi. Namun, setelah mendengarkan paparan dari Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, mantan Wali Kota Solo itu akhirnya menyetujui proyek tersebut dengan sejumlah syarat. Jokowi menegaskan, perubahan sikapnya itu tidak disebabkan adanya tekanan dari pemerintah pusat.

"Oh enggaklah. Masak saya ditekan-tekan, ya enggaklah. Tekanan apanya? Apa wajah saya terlihat tertekan? Sudahlah," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Jumat (11/1/2013).

Jokowi menyetujui megaproyek tersebut dengan catatan transportasi massal juga bisa masuk dan melintas di jalan tol tersebut. Gubernur mengharapkan agar nantinya jalan tol itu dapat dilalui oleh transjakarta, kopaja, maupun metromini. Saat ini Jokowi masih menunggu pemaparan dari investor yang akan menjalankan proyek tersebut dan akan menghitung dan mengalkulasi keekonomiannya.


"Ini karena dengan catatan transportasi bisa masuk, itu bukan urusan gampang. Itu nanti pasti ada hitung-hitungan ekonominya. Ya nanti dilihat. Terus terang, saya minta terus masukan-masukan dari siapa pun," katanya.

Sebelumnya, pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, menyampaikan rasa penyesalan terhadap langkah yang diambil oleh Jokowi. Nirwono menduga perubahan sikap Jokowi dikarenakan tidak tahan terhadap tekanan pemerintah pusat.

"Inkonsistensinya yang harus digarisbawahi. Itu berarti dia tidak tahan tekanan pusat karena intervensi pusat kelihatan sekali," kata Nirwono kepada Kompas.com, Kamis (10/1/2013).

Ia memaparkan, proyek jalan tol layang tersebut, selain membahayakan, belum terkonsep secara jelas, termasuk di mana tempat pemberhentian atau halte apabila transportasi massal boleh melintas di ruas tol itu. Ia juga menilai pembangunan jalan tol semakin menjauhkan Jakarta dari kota yang humanis. "Satu hal yang pasti, belum ada kasus kemacetan di negara mana pun yang diselesaikan karena pembangunan jalan tol. Ini sama saja seperti mematikan kompor pakai bensin," kata Nirwono.

Pembangunan enam ruas jalan tol dibagi empat tahap yang rencananya selesai pada 2022. Tahap pertama meliputi pembangunan ruas Semanan-Sunter sepanjang 17,88 kilometer dengan nilai investasi Rp 9,76 triliun dan koridor Sunter-Bekasi Raya sepanjang 11 kilometer senilai Rp 7,37 triliun. Tahap kedua mencakup ruas Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 11,38 kilometer dengan nilai investasi Rp 5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,65 kilometer senilai Rp 6,95 triliun.

Pada tahap ketiga, dibangun jalan tol koridor Ulujami-Tanah Abang dengan panjang 8,27 kilometer dan nilai investasi Rp 4,25 triliun. Pada tahap terakhir, pembangunan dilakukan pada koridor Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,56 kilometer dengan investasi Rp 5,71 triliun. Jika sudah selesai, keenam ruas tol itu akan menjadi satu dengan tol lingkar luar milik PT Jakarta Tollroad Development, tapi tarifnya akan terpisah dari tol lingkar luar.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Anies Jamin Tarif Transjakarta, MRT, dan LRT Tak Berubah meski Anggaran Subsidi Dipangkas

    Anies Jamin Tarif Transjakarta, MRT, dan LRT Tak Berubah meski Anggaran Subsidi Dipangkas

    Megapolitan
    Polisi Tembak Mati Pengedar Sabu di Cipayung

    Polisi Tembak Mati Pengedar Sabu di Cipayung

    Megapolitan
    Anies: Oposisi Sangat Keras pada TGUPP karena Efektif Bekerja

    Anies: Oposisi Sangat Keras pada TGUPP karena Efektif Bekerja

    Megapolitan
    Bantah Ada Bocoran Ujian di SMAN 1 Depok, Kepala Sekolah Sebut Berawal dari Ribut Siswa

    Bantah Ada Bocoran Ujian di SMAN 1 Depok, Kepala Sekolah Sebut Berawal dari Ribut Siswa

    Megapolitan
    Pemkot Jakut Uji Coba Pembatasan Kontainer di Jalan Cilincing Raya Awal 2020

    Pemkot Jakut Uji Coba Pembatasan Kontainer di Jalan Cilincing Raya Awal 2020

    Megapolitan
    Sakit Hati Ditegur, Pria di Ciracas Aniaya Tetangga dengan Celurit

    Sakit Hati Ditegur, Pria di Ciracas Aniaya Tetangga dengan Celurit

    Megapolitan
    PT KAI Klaim Sudah Koordinasi dengan Dishub soal Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi

    PT KAI Klaim Sudah Koordinasi dengan Dishub soal Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi

    Megapolitan
    Area Lay Bay Stasiun Bekasi Ditutup Selamanya

    Area Lay Bay Stasiun Bekasi Ditutup Selamanya

    Megapolitan
    Maling Motor Terjebak Macet Dihakimi Warga hingga Tewas

    Maling Motor Terjebak Macet Dihakimi Warga hingga Tewas

    Megapolitan
    Diduga Cemburu, Suami Bacok Istri hingga Tewas di Pamulang

    Diduga Cemburu, Suami Bacok Istri hingga Tewas di Pamulang

    Megapolitan
    Anies Ingin Seluruh Transportasi Ramah Perempuan

    Anies Ingin Seluruh Transportasi Ramah Perempuan

    Megapolitan
    Damkar Jaktim Evakuasi 7 Sarang Tawon Vespa dalam Sehari

    Damkar Jaktim Evakuasi 7 Sarang Tawon Vespa dalam Sehari

    Megapolitan
    Viral Video Keributan Ormas dengan Manajemen Perusahaan di MGK Kemayoran, Ini Kata Polisi

    Viral Video Keributan Ormas dengan Manajemen Perusahaan di MGK Kemayoran, Ini Kata Polisi

    Megapolitan
    Pemkot Akan Batas Jam Operasional Truk Kontainer di Jakarta Utara

    Pemkot Akan Batas Jam Operasional Truk Kontainer di Jakarta Utara

    Megapolitan
    Unit Pajak Kendaraan Bermotor Minta Pengelola Parkir Bantu Tagih Tunggakan Pajak

    Unit Pajak Kendaraan Bermotor Minta Pengelola Parkir Bantu Tagih Tunggakan Pajak

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X