Kasus RI Mengerucut pada Dua Saksi

Kompas.com - 11/01/2013, 13:30 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa RI, bocah 11 tahun yang akhirnya meninggal dunia, kian menemui titik terang. Dari 17 orang saksi yang diperiksa, polisi mengerucutkan penyelidikan kepada dua saksi.

Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Mulyadi Kaharni menjelaskan, dua saksi tersebut adalah orang yang dicurigai terkait dengan dugaan tindak kekerasan seksual terhadap RI. Namun, Mulyadi enggan menyebutkan identitas kedua saksi yang masih diperiksa itu. "Ya, sejauh ini pemeriksaan mendalam dilakukan kepada dua orang tersebut. Tapi (identitasnya) jangan dululah," kata Mulyadi kepada wartawan di kantornya, Jumat (11/1/2013) siang.

Bersamaan dengan pemeriksaan kepada dua saksi tersebut, hingga kini polisi belum mendapat surat hasil visum dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan (RSUPP). Namun, RSUP Persahabatan telah menggelar medical record dengan polisi. Oleh sebab itu, sejumlah petunjuk dari gelar medical record dijadikan bahan penyelidikan selanjutnya. Meski demikian, Mulyadi menyatakan bahwa kunci kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami RI bukan terletak pada hasil otopsi, melainkan hasil visum yang akan dipaparkan oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jumat siang.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menyelidiki bahwa penyebab luka pada kemaluan bukanlah penyebab kematian korban. Mulyadi mengatakan, dari petunjuk selain visum dan otopsi tersebut, polisi telah memanggil sejumlah saksi ahli, antara lain pakar kejiwaan, Psikologi Forensik Polda Metro Jaya, dokter obstetri dan ginekologi atau ahli kebidanan dan penyakit kandungan RSUPP, dan ahli urologi.

"Mereka kita panggil untuk memeriksa dua saksi yang kita curigai. Tapi kita tegaskan, mereka masih saksi. Jadi ya diperiksa sebagai saksi. Mudah-mudahan terungkap," ujar Mulyadi.

RI adalah putri bungsu dari enam bersaudara pasangan suami-istri A (50) dan L (54). Mereka tinggal di lapak pemulung di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. RI diduga korban kekerasan seksual atas luka berat pada kemaluannya. Namun, belum sempat memberikan keterangan, ia mengembuskan napas terakhir.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Sopir Transjakarta Akui Keluar Jalur Saat Kecelakaan yang Tewaskan Penumpang Bajaj

    Sopir Transjakarta Akui Keluar Jalur Saat Kecelakaan yang Tewaskan Penumpang Bajaj

    Megapolitan
    Anies Sebut 25 Juta Warga Berusaha Turunkan Penularan Covid-19, Berharap Tak Sia-sia

    Anies Sebut 25 Juta Warga Berusaha Turunkan Penularan Covid-19, Berharap Tak Sia-sia

    Megapolitan
    Kualitas Udara Jakarta Saat Lebaran 2020 Jadi yang Terbaik sejak 5 Tahun Terakhir

    Kualitas Udara Jakarta Saat Lebaran 2020 Jadi yang Terbaik sejak 5 Tahun Terakhir

    Megapolitan
    Anies: Hampir 60 Persen Warga Jakarta Tak Berpergian Selama PSBB

    Anies: Hampir 60 Persen Warga Jakarta Tak Berpergian Selama PSBB

    Megapolitan
    Warga Masuk Jakarta Harus Kantongi Izin, Anies: Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19

    Warga Masuk Jakarta Harus Kantongi Izin, Anies: Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19

    Megapolitan
    Anies: Mereka yang Tak Punya SIKM Tak Diizinkan Masuk Jakarta

    Anies: Mereka yang Tak Punya SIKM Tak Diizinkan Masuk Jakarta

    Megapolitan
    Anies: Jakarta Hadapi Gelombang Kedua Covid-19 bila Kita Mulai Bebas Bepergian

    Anies: Jakarta Hadapi Gelombang Kedua Covid-19 bila Kita Mulai Bebas Bepergian

    Megapolitan
    37.642 Pengendara Tercatat Mencoba Keluar Jadetabek Selama PSBB

    37.642 Pengendara Tercatat Mencoba Keluar Jadetabek Selama PSBB

    Megapolitan
    Sudah Dua Hari Satpol PP Halau PKL yang Berdagang di Kota Tua

    Sudah Dua Hari Satpol PP Halau PKL yang Berdagang di Kota Tua

    Megapolitan
    53 Persen Penghuni Rutan di Depok Dapat Remisi Idul Fitri

    53 Persen Penghuni Rutan di Depok Dapat Remisi Idul Fitri

    Megapolitan
    Rem Blong, Bajaj Tabrak Bus Transjakarta, 1 Penumpang Tewas

    Rem Blong, Bajaj Tabrak Bus Transjakarta, 1 Penumpang Tewas

    Megapolitan
    PSBB Bogor, Depok, Bekasi untuk Sementara Diperpanjang sampai 29 Mei, Sesuai PSBB Jabar

    PSBB Bogor, Depok, Bekasi untuk Sementara Diperpanjang sampai 29 Mei, Sesuai PSBB Jabar

    Megapolitan
    275 Pengendara Tercatat Langgar PSBB pada Hari Lebaran

    275 Pengendara Tercatat Langgar PSBB pada Hari Lebaran

    Megapolitan
    PSBB Depok Diperpanjang 3 Hari

    PSBB Depok Diperpanjang 3 Hari

    Megapolitan
    Hari Pertama Lebaran, 2.727 Kendaraan Mencoba Keluar Jadetabek

    Hari Pertama Lebaran, 2.727 Kendaraan Mencoba Keluar Jadetabek

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X