Di Rawajati Kalibata Banjir Mencapai 3 Meter

Kompas.com - 15/01/2013, 20:30 WIB
Penulis Imanuel More
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com - Luapan Kali Ciliwung telah melampaui ketinggian jembatan Kalibata. Akibatnya, ratusan rumah di empat RW di Kelurahan Rawajati Timur, Pancoran, Jakarta Selatan, terendam air. Ketinggian air mencapai tiga meter.

Roni, warga RT 13 RW 03 Rawajati Timur, yang ditemui Kompas.com di lokasi banjir, Selasa (15/1/2013), mengungkapkan, ketinggian air telah mencapai lantai dua rumahnya. "Artinya sudah lebih dari tiga meter ketinggian air di rumah saya," tambah Roni.

Tohani, warga RT 02 RW 07, menuturkan, air naik sejak jam 12 siang. Ketinggian air sudah melewati jembatan Rawajati selepas Maghrib. Saat ini ketinggian air di atas jembatan mencapai sebetis orang dewasa. Hingga pukul 20.00 WIB air belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Menurut Tohani,  ketinggian air saat ini juga telah melampaui lantai 2 rumahnya. Ia memperkirakan ada sekitar empat RW yang saat ini kebanjiran. Karena itu, diperkirakan ratusan rumah tergenang luapan air Kali Ciliwung.

Warga saat ini memenuhi jalan dan kolong flyover Jalan Kalibata Raya. Akibat banjir, dua ruas jalan yang melintasi kolong flyover ditutup sementara karena tidak dapat dilalui. Imbasnya, kemacetan terjadi di jalan yang melintasi flyover dari arah TMP Kalibata.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Muhamad-Sara Resmi Direkomendasikan sebagai Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada Tangsel

    Muhamad-Sara Resmi Direkomendasikan sebagai Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada Tangsel

    Megapolitan
    Hari Pertama Penerapan Sanksi Ganjil Genap, 1.062 Mobil Ditilang

    Hari Pertama Penerapan Sanksi Ganjil Genap, 1.062 Mobil Ditilang

    Megapolitan
    Kasus Covid-19 di RS Azra, Pemkot Bogor Enggan Berdebat soal Hasil Pemeriksaan

    Kasus Covid-19 di RS Azra, Pemkot Bogor Enggan Berdebat soal Hasil Pemeriksaan

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Minta Ditjen Perkeretapian Amankan Area Struktur Bata Kuno

    Pemkot Bekasi Minta Ditjen Perkeretapian Amankan Area Struktur Bata Kuno

    Megapolitan
    Kembali ke Zona Oranye, Pemkot Tangerang Enggan Perketat PSBB Lagi

    Kembali ke Zona Oranye, Pemkot Tangerang Enggan Perketat PSBB Lagi

    Megapolitan
    Pandemi Covid-19, Pemprov DKI Hanya Menata 11 Kampung Kumuh dari Target 56 RW

    Pandemi Covid-19, Pemprov DKI Hanya Menata 11 Kampung Kumuh dari Target 56 RW

    Megapolitan
    Jalan Dr Sumarno Cakung Berlaku Satu Arah Saat Jam Pulang Kantor

    Jalan Dr Sumarno Cakung Berlaku Satu Arah Saat Jam Pulang Kantor

    Megapolitan
    UPDATE: Bertambah 2 Kasus, Total 614 Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi

    UPDATE: Bertambah 2 Kasus, Total 614 Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi

    Megapolitan
    Jaga Kerahasiaan, Agen Detektif Wanita Tidak Punya Akun Media Sosial

    Jaga Kerahasiaan, Agen Detektif Wanita Tidak Punya Akun Media Sosial

    Megapolitan
    BPBD Keluarkan Peringatan Potensi Angin Puting Beliung di Jakarta

    BPBD Keluarkan Peringatan Potensi Angin Puting Beliung di Jakarta

    Megapolitan
    Seorang Ibu di Palmerah Melahirkan Sendirian, lalu Mengaku Menemukan Bayi

    Seorang Ibu di Palmerah Melahirkan Sendirian, lalu Mengaku Menemukan Bayi

    Megapolitan
    BKD DKI Janjikan Gaji Ke-13 PNS Akan Dibayar Penuh Agustus

    BKD DKI Janjikan Gaji Ke-13 PNS Akan Dibayar Penuh Agustus

    Megapolitan
    Kronologi dan Fakta Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Alami Kebakaran

    Kronologi dan Fakta Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Alami Kebakaran

    Megapolitan
    Satu Pegawai Giant Margo City Positif Covid-19, Ini Respons Pemkot Depok

    Satu Pegawai Giant Margo City Positif Covid-19, Ini Respons Pemkot Depok

    Megapolitan
    Pergub Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Disebut Perlu Dikaji Ulang

    Pergub Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Disebut Perlu Dikaji Ulang

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X