Kompas.com - 18/01/2013, 05:22 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

JAKARTA, KOMPAS.com - Dampak yang ditimbulkan akibat banjir, selain menenggelamkan pemukiman warga, salah satunya adalah sampah. Meluapnya permukaan sungai Ciliwung sejak Selasa lalu mengakibatkan berbagai material yang diterjang arus kuat ikut terbawa hanyut.

Kini, tumpukan puluhan ton sampah terlihat di kolong badan jembatan layang Kalibata di Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Ketinggian air yang setara dengan tingginya badan jembatan membuat sampah tak dapat hanyut dan tersangkut.

Hingga saat ini, tidak ada upaya apapun dari pihak yang bertanggung jawab untuk menangani hal itu. "Sampahnya semakin bertambah dari tiga hari kemarin. Yang jadi permasalahan ini enggak bakalan hanyut," kata Wawan (35), warga RT 02 RW 07, Kamis (27/1/2013) malam.

Wawan mengatakan, sampah seperti kayu dari batang pohon berukuran besar yang ikut terbawa air menambah rumit proses hanyutnya sampah. Ia mengatakan akan sulit bila menunggu sampah hanyut mengingat ukuran sampah yang begitu besar. "Ya disini udah kayak filter, semuanya kesangkut di sini," ujar Wawan.

Soles (55) seorang warga RT 3 RW 1 yang membantu warga korban banjir di RW 07 mengatakan, sejak menumpuknya sampah di jembatan itu, belum ada upaya pembersihan dari pihak yang bertanggung jawab terkait hal itu. "Kalau mau pake beko (back hoe) juga agak susah mau diangkut. Apalagi susah mau masuk sini. Dari kemarin kita juga belum lihat dibersihin," kata Soles.

Dijumpai sebelumnya, Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Selatan Zaenuri, mengatakan sampah dengan sendirinya akan hanyut apabila Sungai Ciliwung surut. Sampah akan terbawa sampai di pintu air Manggarai dan akan diangkut dengan alat berat yang ada di sana.

"Ini kendalanya karena belum surut. Makanya kita perlu kordinasikan dengan Dinas PU Air. Karena kalau sudah begini perlu alat berat dan truk. Tetapi biasanya kalau sudah surut dengan sendirinya akan sampahnya akan sampai di pintu air Manggarai. Kalau di sana sudah ada crane sama backhoe-nya," ujar Zaenuri, Rabu lalu.

Sampai saat ini, kemungkinan akan surutnya permukaan Ciliwung masih belum dapat dipastikan. Apabila permukaan air tak kunjung surut selama beberapa hari kedepan, dampak dari hal itu, warga Rawajati akan tetap bersahabat dengan pemandangan gundukan sampah.

Belum lagi aroma tidak sedap apabila berada di dekat jembatan yang berasal dari bangkai hewan-hewan kecil yang mati akibat terbawa arus. Pemandangan ini juga menjadi tontonan pengendara roda dua yang ingin melihat musibah banjir tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.