Kompas.com - 20/01/2013, 15:56 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan rencana jangka menengah terkait pencegahan dan penanggulangan banjir di Jakarta. Berdasarkan hasil rapat yang digelar bersama pejabat terkait di pos pengungsian GOR Otista, Jakarta Timur, Minggu (20/1/2013) siang, Presiden memutuskan pembuatan sodetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) dan normalisasi sungai sebagai program jangka menengah yang akan ditempuh oleh pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Presiden menyampaikan, semua telah diperhitungkan sesuai anggaran yang tersedia. Pemerintah pusat akan memulai pembuatan sodetan dan normalisasi sungai pada tahun ini. Presiden beranggapan, sodetan dari Sungai Ciliwung ke KBT akan mengurangi risiko banjir secara signifikan. Ia juga memastikan bahwa keputusan ini telah didahului dengan studi kelayakan dan studi anggaran. Rencana ini diperkirakan selesai di medio 2014 dengan kucuran dana seluruhnya dari pemerintah pusat sebesar Rp 500 miliar.

"Diperlukan sodetan dari Ciliwung yang setiap tahun meluapkan airnya. Mengapa? Ketika Jakarta banjir kali ini, Kanal Banjir Barat (KBB) menampung air, sementara KBT relatif tak terisi. Ini tentu tak menguntungkan. Dengan sodetan, maka akan dibagi dua dan dampaknya tak seperti ini," kata Presiden saat memberikan keterangan pers di pinggir Sungai Ciliwung, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu siang.

Presiden juga akan membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melakukan normalisasi sungai. Jika pembuatan sodetan dilakukan sepenuhnya dari anggaran pemerintah pusat, sumber dana normalisasi sungai sekitar Rp 1,2 triliun dan menjadi tanggung jawab bersama antara pusat dan Pemprov DKI. Pemprov DKI bertanggung jawab melakukan pendekatan untuk pembebasan lahannya. Presiden berpesan agar Pemprov DKI Jakarta menjamin tak ada masyarakat yang dirugikan dan diharap mendapatkan tempat tinggal yang lebih baik.

"Kami sudah meninjau lapangan, maka pemerintah memandang penting untuk mencari solusi yang lebih strategis, bukan solusi tahunan. Tapi harapan kita, solusi ini dapat mengurangi secara signifikan dampak banjir di Jakarta," ujar Presiden.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.