BNPB: Pengungsi Korban Banjir Capai 50.000 Jiwa

Kompas.com - 20/01/2013, 16:28 WIB
|
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Lonjakan pengungsi korban banjir terjadi sejak hari Sabtu (19/1/2013), sehingga mencapai 50.000 jiwa di seluruh titik banjir di Jakarta. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Banjir (BNPB) Syamsul Maarif saat memberikan laporan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu (20/1/2013) di Gor Otista yang menjadi salah satu tempat pengungsian di Jakarta Timur.

"Lonjakan pengungsi terjadi sejak kemarin. Sejak Jumat lalu pengungsi mencapai 19.000 jiwa, dan sejak Sabtu kemarin pengungsi mencapai 50.000 jiwa di seluruh titik banjir di Jakarta," kata Syamsul di Gor Otista, Minggu (20/1/2013).

Selain itu Syamsul juga memaparkan, jumlah korban jiwa yang meninggal akibat banjir yang melanda Jakarta sejak lima hari lalu berjumlah 19 orang. Penyebab meninggalnya 19 orang itu diantara lain karena sakit, hanyut, tersengat listrik, jatuh dan tenggelam.

Jumlah korban banjir tersebut lebih banyak daripada tahun 2007 lalu yang mencapai 8 orang korban yang meninggal dunia. Hingga saat ini terdapat 121 titik pengungsian di seluruh Jakarta, dan banyak diantara pengungsi membutuhkan bantuan makanan, obat-obatan, pakaian, dan fasilitas MCK.


Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

    Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

    Megapolitan
    Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

    Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

    Megapolitan
    Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

    Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

    Megapolitan
    Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

    Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

    Megapolitan
    Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

    Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

    Megapolitan
    Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

    Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

    Megapolitan
    Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

    Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

    Megapolitan
    Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

    Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

    Megapolitan
    Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

    Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

    Megapolitan
    Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

    Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

    Megapolitan
    Dishub DKI Surati Pengurus Gedung Sediakan Fasilitas Pesepeda

    Dishub DKI Surati Pengurus Gedung Sediakan Fasilitas Pesepeda

    Megapolitan
    Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

    Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

    Megapolitan
    Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Penumpang Bus di Kalideres Diperiksa

    Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Penumpang Bus di Kalideres Diperiksa

    Megapolitan
    Tepergok Korban, Maling Ditangkap Setelah Lukai Pasutri

    Tepergok Korban, Maling Ditangkap Setelah Lukai Pasutri

    Megapolitan
    Pemprov DKI Akan Sediakan Layanan Bike Sharing di Tempat Umum

    Pemprov DKI Akan Sediakan Layanan Bike Sharing di Tempat Umum

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X