Bendung Katulampa Bukan Bendungan

Kompas.com - 20/01/2013, 17:48 WIB
Penulis Agus Mulyadi
|
EditorAgus Mulyadi

BOGOR, KOMPAS.com — Kepala Pelaksana Harian Bendung Katulampa, Bogor, Andi Sudirman menegaskan, Bendung Katulampa adalah bendung yang berfungsi untuk irigasi pertanian dan sebagai sistem peringatan.

"Banyak orang yang salah menyebutkan Bendung Katulampa dengan bendungan. Fungsi bendung dengan bendungan jelas berbeda. Bendung Katulampa ini berfungsi untuk irigasi pertanian dan alat pengukur ketinggian air Sungai Ciliwung," kata Andi Sudirman di Bogor, Minggu (20/1/2013).

Andi mengatakan, fungsi utama Bendung Katulampa yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda adalah untuk irigasi pertanian di wilayah Bogor.

Ia menjelaskan perbedaan bendung dan bendungan. Bendung airnya ditampung untuk dibagikan, sedangkan bendungan air yang ditampung dipertahankan, baik saat musim kemarau maupun musim hujan.

Selain itu, karena posisi Bendung Katulampa berada di pertengahan antara Puncak dan Kota Bogor, bendung tersebut juga menjadi alat peringatan dini mengenai ketinggian air Sungai Ciliwung untuk diketahui warga di daerah hilir sungai.

"Fungsi utama selain sebagai irigasi pertanian, juga sebagai peringatan dini tentang ketinggian air untuk pintu air yang ada di hilir Sungai Ciliwung, seperti Manggarai dan Depok," kata Andi.

Ia mengatakan, masih banyak sejumlah media yang salah menyebutkan status Bendung Katulampa sebagai bendungan sehingga menimbulkan pengertian yang salah di masyarakat, terutama terkait dibukanya pintu air Bendung Katulampa sehingga diistilahkan Bogor mengirim air ke Jakarta.

"Air sungai memang mengalir dari Bogor ke Jakarta, tapi jangan diartikan Bogor mengirim air sehingga menyebabkan banjir," kata Andi.     

Akhir-akhir ini Bendung Katulampa ramai diberitakan, terkait dengan banjir di Jakarta yang kerap dikaitkan dengan Bogor sebagai pengirim air.

Keberadaan Bendung Katulampa menjadi sangat vital dan penting untuk mengetahui informasi mengenai ketinggian air, khususnya pada saat hujan mengguyur Bogor dan kawasan Puncak.

Selama 2013, ketinggian air Bendung Katulampa mencapai puncak tertinggi pada Selasa (15/1/2013) lalu, yakni setinggi 210 sentimter sehingga petugas menetapkan status Siaga I banjir.

Seiring dengan hujan yang mengguyur wilayah Bogor dan kawasan Puncak selama lima hari, ketinggian air di Bendung Katulampa masih berstatus siaga.

Hingga Minggu ini pukul 17.30 WIB, ketinggian air di Bendung Katulampa masih berstatus Siaga IV yaitu 80 sentimeter.


Sumber: Antara

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Walkot Sebut Satu Hotel di Bekasi Sudah Disetujui BNPB Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

    Walkot Sebut Satu Hotel di Bekasi Sudah Disetujui BNPB Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

    Megapolitan
    5 Wilayah Jakarta Catat Kasus Kematian akibat Covid-19 Lebih dari 100 Orang, Ini Sebarannya

    5 Wilayah Jakarta Catat Kasus Kematian akibat Covid-19 Lebih dari 100 Orang, Ini Sebarannya

    Megapolitan
    Sebelumnya Rp 32 Miliar, KPU Akan Koreksi Batas Maksimal Dana Kampanye Paslon Pilkada Tangsel

    Sebelumnya Rp 32 Miliar, KPU Akan Koreksi Batas Maksimal Dana Kampanye Paslon Pilkada Tangsel

    Megapolitan
    Ridwan Kamil Mau Tinjau Langsung Penanganan Covid-19 Bodebek, Depok: Selama Ini Kami Tunggu-tunggu

    Ridwan Kamil Mau Tinjau Langsung Penanganan Covid-19 Bodebek, Depok: Selama Ini Kami Tunggu-tunggu

    Megapolitan
    Benyamin-Pilar Setor Rp 526 Juta sebagai Dana Awal Kampanye Pilkada Tangsel

    Benyamin-Pilar Setor Rp 526 Juta sebagai Dana Awal Kampanye Pilkada Tangsel

    Megapolitan
    Ridwan Kamil Akan Berkantor di Depok, Gugus Tugas Covid-19 Mengaku Belum Diberi Tahu

    Ridwan Kamil Akan Berkantor di Depok, Gugus Tugas Covid-19 Mengaku Belum Diberi Tahu

    Megapolitan
    Dituntut Tiga Tahun, Lucinta Luna Jalani Sidang Vonis Hari Ini

    Dituntut Tiga Tahun, Lucinta Luna Jalani Sidang Vonis Hari Ini

    Megapolitan
    Ambulans bagi Pasien Covid-19 Gratis, Begini Prosedurnya

    Ambulans bagi Pasien Covid-19 Gratis, Begini Prosedurnya

    Megapolitan
    PSMBK Kota Bogor, Zona Merah, dan Angka Kematian yang Meningkat

    PSMBK Kota Bogor, Zona Merah, dan Angka Kematian yang Meningkat

    Megapolitan
    Anies Klaim Sudah Sediakan 100 Rumah Sakit Rujukan bagi Pasien Covid-19

    Anies Klaim Sudah Sediakan 100 Rumah Sakit Rujukan bagi Pasien Covid-19

    Megapolitan
    5 dari 20 Daerah dengan Kasus Kematian Covid-19 Lebih dari 100 Ada di Jakarta

    5 dari 20 Daerah dengan Kasus Kematian Covid-19 Lebih dari 100 Ada di Jakarta

    Megapolitan
    Anies: Isolasi Mandiri Bisa Dilakukan Sendiri atau Lewat Fasilitas Pemerintah

    Anies: Isolasi Mandiri Bisa Dilakukan Sendiri atau Lewat Fasilitas Pemerintah

    Megapolitan
    Polisi Cekal dan Blokir KTP Cai Changpan yang Kabur dari Lapas Tangerang

    Polisi Cekal dan Blokir KTP Cai Changpan yang Kabur dari Lapas Tangerang

    Megapolitan
    Pesawat Kembali karena Gangguan Teknis, Lion Air Minta Maaf

    Pesawat Kembali karena Gangguan Teknis, Lion Air Minta Maaf

    Megapolitan
    Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

    Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X