SBY Putuskan Buat Sodetan

Kompas.com - 21/01/2013, 03:27 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan pembangunan sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Timur untuk mengurangi dampak banjir dilakukan tahun ini. Target pembangunan sodetan selesai tahun 2014.

Pemerintah siap menggelontorkan dana proyek itu sebesar Rp 500 miliar. Presiden menilai sodetan tersebut mendesak dibuat untuk membagi kapasitas aliran Ciliwung selain ke Kanal Barat juga ke Kanal Timur. Saat banjir besar pekan lalu, hampir semua aliran Ciliwung mengalir ke Kanal Barat, sementara Kanal Timur relatif tidak terisi.

”Kondisi ini tentu tidak menguntungkan. Jika beban aliran dibagi dua, saya yakin dampaknya tidak seperti ini. Kami putuskan proyek sodetan menjadi prioritas pertama untuk dikerjakan,” kata Presiden Yudhoyono, Minggu (20/1), saat jumpa pers di tepi Kali Ciliwung, Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur.

Proyek tersebut bisa selesai sesuai target jika dikerjakan secara sinergi. Keputusan ini diambil melalui kajian awal dan konsultasi dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat.

Prioritas kedua, kata Presiden, yang dikerjakan tahun ini adalah perbaikan aliran Kali Ciliwung. ”Pekerjaan ini memerlukan kerja sama semua pihak karena menyangkut isu sosial, lingkungan. Di atas segalanya, pemerintah ingin menyelamatkan rakyat,” katanya.

Perbaikan aliran Kali Ciliwung dikerjakan bersama dengan Pemprov DKI. Pusat akan menyediakan anggaran Rp 1,2 triliun untuk pembangunan fisik perbaikan aliran kali yang dikucurkan tahun 2013 dan 2014.

Keputusan mengenai proyek ini diambil setelah Presiden menggelar rapat di dalam tenda di lokasi pengungsian Jalan Otista, Jakarta Timur. Hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dan Gubernur DKI Joko Widodo.

Selain menggelar rapat, Presiden juga berjalan kaki sekitar 500 meter dari Gelanggang Remaja Jakarta Timur, Jalan Otista Raya, ke lokasi banjir di Kampung Kebon Sayur, Jakarta Timur.

Djoko Kirmanto mengatakan, konsep sodetan dilakukan dengan memotong sebagian Kali Ciliwung supaya sebagian aliran airnya masuk ke Kanal Timur. Pemerintah berusaha membangun proyek sodetan itu tanpa perlu pembebasan tanah. Salah satu skenario yang disiapkan adalah menyiapkan pipa di bawah tanah, melewati Jalan Sensus, Jalan Otista III, sampai memotong Jalan Tol Cawang, dan masuk ke Kanal Timur. Menurut rencana, panjang sodetan 2,15 kilometer dengan dua pipa berdiameter 4 meter.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Mohammad Hasan mengatakan, dari semua alternatif yang ada, yang paling sedikit melakukan pembebasan lahan adalah membuat saluran di bawah Jalan Otista III.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.