Kompas.com - 22/01/2013, 21:48 WIB
|
EditorBenny N Joewono

JAKARTA, KOMPAS.com - Perampokan yang menimpa nasabah bank, yakni karyawan SPBU di Jalan Rawamangun Muka, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (21/1/2013) siang, didalami Polisi. Terjadinya insiden tersebut ditengarai dipicu oleh pengamanan yang tidak memenuhi prosedur.

"Sangat kita sayangkan adalah pemindahan uang dari suatu tempat ke tempat lain yang jauh tapi pengawalan ala kadarnya saja," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Mulyadi Kaharni di kantornya, Selasa (22/1/2013) siang.

Mulyadi menjelaskan, beberapa tahun terakhir kepolisian sudah menggembar-gemborkan disediakannya jasa pengamanan bagi nasabah bank yang hendak menyetor atau pun mengambil uang dalam jumlah besar.

Terlebih tidak dipungut biaya sepeser pun, namun, masyarakat tetap 'ngeyel' dan memicu insiden perampokan terjadi. "Kami akan memberikan pelayanan maksimal. Jadi jangan khawatir. Yang penting tujuannya masyarakat terlayani dan terlindungi," lanjutnya.

Kasus tersebut juga masih dalam pendalaman keterangan saksi korban. Selain itu, Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Adapun, selongsong peluru yang ditemukan telah dibawa ke Puslabfor Mabes Polri demi diperiksa.

Sebelumnya diberitakan, karyawan SPBU atas nama Madi dikawal anggota TNI, Serka Jamiren hendak menyetorkan uang setoran SPBU sebesar Rp 637 juta dengan mobil Daihatsu Esspas yang dikemudikan Tazan.

Baru keluar dari SPBU, mobil dicegat empat orang perampok, dua diantaranya menggenggam senjata api jenis pistol laras pendek. Perampok kemudian memecahkan kaca bagian tengah sebelah kanan mobil dan merebut uang yang hendak disetorkan.

Sempat terjadi perebutan diantara pelaku dan anggota TNI hingga pelaku melepaskan tembakan sebanyak dua kali ke udara. Sejumlah uang tersebut pun berpindah ke tangan pelaku yang melarikan diri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.