Setahun Buron, Pelaku Curanmor Diringkus

Kompas.com - 22/01/2013, 22:28 WIB
|
EditorFarid Assifa

MEDAN, KOMPAS.com -- Pelarian Ridwan Siregar alias Ucok (21), penduduk Jalan Denai Gang Buntu, Medan Denai berakhir Selasa (22/1/2012). Buron kasus pencurian motor itu ditangkap di diringkus polisi di Pasar V, Tembung, Percut Sei Tuan.

Pelaku pencurian motor milik Marince Sianipar (54), warga Jalan Jermal I No.17, Medan Denai itu sempat menghilang selama 1 tahun.

Kanit Ranmor Sat Reskrim Polresta Medan, Iptu Alexander SH mengatakan, pelaku ditangkap Panit Ranmor Sat Reskrim Polresta Medan, Ipda Syahril Siregar saat melintas dengan sepeda motor curian Yamaha RX King. Dari tangan pelaku yang sudah dua kali melakukan aksinya itu, juga didapat satu paket sabu.

"Pelaku melakukan aksi pertamanya di Pasar Merah Medan, dia tidak sendirian dalam aksinya. Pelaku kita amankan dalam keadaan sedang fly," kata Alexander.

Selain menangkap pelaku utama, Unit Ranmor Sat Reskrim Polresta Medan juga menangkap penadah sepeda motor curian tersebut berinisial MSH (31), warga Jalan Denai, Kecamatan Medan Denai, di Jalan Denai Gang Rukun.

"Penadah kita amankan saat berada di rumah temannya. Dia sudah DPO dan saat diselidiki memang membeli motor hasil curian. Kita masih mencari rekan pelaku berinisial U (22), warga Medan yang menjual motor kepada penadah MSH," tambahnya. Penadah dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Menurut Kanit Ranmor, kejadian bermula saat Marince Sianipar memarkirkan sepeda motornya jenis Suzuki Satria FU 150 D BK 4514 ABD warna putih, di depan rumahnya. Hitungan menit, motornya hilang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Megapolitan
Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

Megapolitan
Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Megapolitan
BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

Megapolitan
Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Megapolitan
Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Megapolitan
Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Megapolitan
Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Megapolitan
Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Megapolitan
Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Megapolitan
Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X