Kompas.com - 24/01/2013, 20:57 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Direktur PT Dayaindo Resourches Internasional Tbk. Sudiro Andi Wiguno (35) ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di kamar rumahnya, Rabu (23/1/2013) pagi. Di mata karyawan yang mengenal almarhum, sosok Sudiro yang juga Wakil Bendahara Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) merupakan tipikal orang yang tidak mudah menyerah.

"Masalah sebesar apa pun, orangnya yang enggak cepat menyerah. Sebanyak apa pun, (almarhum) orangnya selalu punya solusi," kata Ari Guntoro (34), seorang karyawan perusahaan, yang temui wartawan saat melayat di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (24/1/2013) sore.

Ari menuturkan, almarhum juga dikenal sering berbagi masukan kepada karyawan di perusahaan yang dipimpinnya. Sudiro juga dikenal sebagai orang yang berpandangan ke depan. "Orangnya selalu berfalsafah. Selalu ngasih ceramah habis ngomongin kerjaan, 'Hidup itu gini, ada berapa tipe kerja, di dunia itu gini,' Orangnya juga pikirannya jauh ke depan," ujar Ari.

Ari juga menyatakan bahwa Sudiro merupakan sosok yang religius. Ia mengetahui bahwa almarhum selalu membawa kitab suci di dalam mobil. "Saya pernah ngobrol sama sopirnya, di mobilnya ada Alquran. Mungkin sebelum berangkat kantor baca Yasin," kata Ari.

Salah satu karyawan PT Dayaindo, Ibnu (32), mengatakan, ia terakhir kali bertemu Sudiro pada Senin (21/1/2013). Waktu itu Sudiro masih menjalani aktivitas seperti biasa. Menurut Ibnu, saat itu Sudiro masih berbincang seputar pekerjaan. Ibnu mengaku pernah dilibatkan dalam rapat bersama pimpinannya itu.

"Saya hari Senin kemarin ketemu di kantor beliau, masih baik-baik saja. Enggak ada tanda-tanda sama sekali. Masih ngomongin usaha," ujar Ibnu.

Ari dan Ibnu menyatakan bahwa almarhum merupakan orang yang dapat meraih sukses di usia yang terbilang muda. Mereka menyatakan pernah mendengar bahwa pimpinannya itu merintis karier mulai dari nol sejak kuliah. Selain itu, almarhum dikenal selalu berbagi keceriaan dan tidak pernah menunjukkan tengah menghadapi masalah. Almarhum juga dikenal selalu memberi inspirasi dan memotivasi para karyawannya.

Sudiro ditemukan tewas oleh Supolo, pembantu yang bekerja di rumahnya di Menteng Residence RT 04 RW 12, Kelurahan Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Seusai shalat subuh, Supolo tidak melihat sang majikan. Setelah mencari-cari, Supolo menemukan majikannya sudah tak bernyawa di dalam kamar dalam keadaan tergantung.

Kepala Polisi Sektor Metro Ciputat, Tangerang Selatan, Komisaris Alip menyatakan, saat ini polisi masih mendalami motif tewasnya Sudiro. Sejumlah saksi yang berkaitan dengan peristiwa itu masih menjalani pemeriksaan. Jenazah Sudiro sudah disemayamkan di tempat peristirahatan terakhir di TPU Tanah Kusir, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu sekitar pukul 22.00 WIB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.