Kompas.com - 25/01/2013, 13:54 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo merasa kesulitan melaksanakan program-program penanganan masalah Ibu Kota, termasuk banjir. Hal ini terjadi karena Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2013 masih belum disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

Hari ini Jokowi mendapat pertanyaan dari wartawan terkait kabar adanya tanggul yang tenggelam di pesisir pantai utara Jakarta. Mendengar pertanyaan itu, Jokowi menyatakan belum bisa berbuat apa-apa karena APBD DKI belum disahkan hingga hari ini. "Kan memang harus di-sheet pile (tanggul penguat), ini kan dalam proses. Nanti kalau hujannya agak reda, bisa masuk, dan ini kan juga menunggu APBD diketuk," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Menurut Jokowi, proses perbaikan itu membutuhkan waktu dan biaya sangat besar. Ia mencontohkan, saat tanggul di Jalan Latuharhary jebol, proses perbaikan tanggul dan perlengkapannya menggunakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan swasta. "Kesulitan saya itu karena APBD-nya belum diketuk. Ditanya terus masalah tanggul, duitnya dari mana? Seperti tanggul Latuharhary jebol kemarin, itu dananya dari bantuan-bantuan," ujarnya.

Akibat masalah tersebut, Jokowi belum dapat melaksanakan program normalisasi dan pembuatan sumur resapan. Jokowi menargetkan 10.000 sumur resapan di berbagai lokasi rawan banjir. Anggaran untuk pengadaan sumur resapan itu sekitar Rp 250 miliar. Pemprov DKI juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 450 miliar untuk pembebasan lahan yang mendukung normalisasi Kali Pesanggrahan, Angke, dan Sunter. Normalisasi di tiga sungai itu diyakini dapat mengurangi 10 lokasi banjir di Ibu Kota.

Dalam Rancangan APBD 2013, Pemprov DKI telah mengajukan beberapa program untuk mengatasi banjir di Jakarta. Program itu meliputi penyelesaian pembebasan lahan serta pembangunan jalan dan saluran pengaman sejajar Kanal Banjir Timur (KBT). Program lainnya adalah normalisasi sungai dan saluran drainase, yang meliputi perbaikan perkuatan tebing melalui pembangunan sheet pile, inventarisasi, dan pembebasan lahan untuk Kali Pesanggrahan, Kali Angke, dan Kali Sunter. Program normalisasi kali juga meliputi pembersihan sampah serta pengerukan sungai dan saluran di lima wilayah Ibu Kota. Pemprov DKI juga merencanakan penataan pembangunan situ, waduk, dan tanggul pengaman pantai, yaitu pembangunan embung, pembebasan lahan dan pembangunan waduk, serta pembangunan tanggul pengaman di pantai utara Jakarta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.