Saatnya Mengapung Menikmati Cikeas

Kompas.com - 26/01/2013, 02:39 WIB
Editor

Sejenak lupakanlah banjir yang membuat Jakarta terasa buram lagi muram. Air, hujan, dan sungai tak sepantasnya dianggap musuh bersama. Yuk, ah, nikmati akhir pekan bersantai di dekat sungai. Dengarkan gemercik suara air, rasakan kesejukan alam sekitarnya. neli triana dan Ratih Prahesti Sudarsono

Lokasi asyik yang dicari-cari itu ternyata tak jauh. Tepatnya di tepi Sungai Cikeas, yaitu di tempat makan unik Eat n Eat Ah-Poong (Pasar Apung) Sentul City, Bogor, 1-1,5 jam berkendara dengan mobil dari pusat Jakarta. Keluar dari Pintu Tol Sentul City, ikuti petunjuk arah hingga sampai di lahan parkir di tempat makan di tepi sungai tepat di samping Ecoartpark.

Sejak dibuka pada Desember 2012, pengunjung Ah-Poong selalu membeludak, khususnya pada hari libur. Sabar saja kalau sedikit sesak saat mencari parkir mobil.

Kalau perut masih bisa diajak kompromi, meninggalkan mobil di area parkir di Mal Belanova yang tak jauh dari pintu tol bisa menjadi pilihan bijak. Dari mal ini, ada akses langsung ke Ah-Poong sembari menyusuri Ecoartpark yang berisi taman-taman dengan tema tertentu. Perjalanan yang cukup memakan waktu tetapi menyenangkan dijamin bakal menambah semangat bersantap lahap.

Jembatan gantung, baik dari Ecoartpark maupun dari lahan parkir di depan Pasar Apung, menjadi sarana bagi pengunjung yang hendak bersantap. Jembatan gantungnya saja sudah membuat pengunjung terpikat. Jembatan seperti ini jelas sulit ditemukan di tempat makan lain di Jakarta dan sekitarnya.

Dari atas jembatan gantung, tempat makan ini langsung mencuri perhatian. Sebuah bangunan terbuka dengan atap berkerangka besi berisi deretan kios berada tepat di tepi Sungai Cikeas. Bendera warna-warni menjulang ke arah sungai menambah kesan semarak.

Di kanan-kiri dan bagian belakang Ah-Poong tampak hijau oleh rimbunnya pohon. Sungai tepat di depan Ah-Poong telah dibenahi. Turap beton membentengi bantaran di sisi kiri dan kanan. Namun, ada ruang mencukupi bagi pengunjung untuk bersantap sambil melihat langsung kondisi sungai tanpa terhalangi.

Kondisi alami Sungai Cikeas masih bisa dilihat dari atas jembatan gantung. Tinggal tengok saja ke arah luar kawasan Ah-Poong. Meski tidak selebar yang di dalam kawasan Ah-Poong, Sungai Cikeas yang melewati Sentul ini tergolong alami terlihat dari rimbun tanaman di tepinya.

Di dalam kawasan Ah-Poong, aliran sungai dikelola baik sehingga sampah dan kotoran lain tidak turut masuk. Pengelola menyiapkan perahu-perahu kayu yang dapat dinaiki pengunjung secara gratis dan dioperasikan oleh petugas khusus.

Terkenang atas suasana pasar apung di Bangkok, Thailand, atau di Vietnam? Suasana yang sama juga membuka ingatan atas pasar apung di Banjarmasin, Kalimantan. Bisa jadi, karena di Ah-Poong menurut rencana juga akan dijajakan sayur-mayur dan buah-buahan menggunakan perahu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.