Jokowi Kunjungi Pengungsi di Penjaringan

Kompas.com - 26/01/2013, 13:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) melihat keadaan warga korban banjir di Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (26/1/2013). Jokowi bersama rombongan tiba di lokasi banjir sekitar pukul 12.15 WIB. Ia disambut sorak-sorai warga. Mereka berduyun-duyun mendekati Jokowi hanya untuk sekadar bertemu atau bertegur sapa.

Sebelum melakukan kegiatan blusukan-nya, Jokowi melaksanakan shalat dzuhur berjemaah bersama pengurus masjid dan sejumlah warga di Masjid Keramat Luar Batang.

Sejumlah warga pun meneriakkan harapan mereka kepada Jokowi, seperti meminta bantuan, mengeluhkan banyaknya sampah sisa banjir yang menumpuk di depan rumah warga, dan sulitnya evakuasi lapangan karena kawasan rumah mereka yang harus melalui gang-gang sempit.

Seorang warga, Jani (56), mengatakan, sejak hari pertama banjir, tak ada posko pengungsian di wilayah mereka. Perahu karet dari petugas lapangan tak ada yang sampai di lokasi karena sulitnya jalur tempuh yang harus dilalui. Jani meminta kepada Jokowi agar pendistribusian bantuan dari Pemprov DKI dilakukan oleh RT/RW sehingga saat pembagian bantuan tidak berdesak-desakan. "Bantuannya dikasih ke Pak RT saja. Biar enggak desak-desakan seperti itu," katanya seraya menunjuk ke arah keramaian warga yang mengantre menerima bantuan Jokowi.

Banjir menerjang Penjaringan, Jakarta Utara, sejak Kamis, 17 Januari lalu. Ratusan rumah terendam dan kawasan ini berubah menjadi kolam raksasa. Air tak menyisakan sedikit pun areal yang kering. Kondisi diperparah dengan menumpuknya sampah di pintu air Pluit. Belum susutnya ketinggian air yang menggenangi kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, diduga akibat terjadinya air pasang dari laut.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorEgidius Patnistik
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    Terkini Lainnya

    Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

    Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

    Megapolitan
    Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

    Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

    Megapolitan
    Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

    Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

    Megapolitan
    Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

    Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

    Megapolitan
    Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

    Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

    Megapolitan
    SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

    SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

    Megapolitan
    Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

    Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

    Megapolitan
    Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

    Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

    Megapolitan
    Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

    Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

    Megapolitan
    Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

    Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

    Megapolitan
    10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

    10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

    Megapolitan
    Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

    Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

    Megapolitan
    Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

    Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

    Megapolitan
    SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

    SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

    Megapolitan
    Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

    Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

    Megapolitan
    Close Ads X