Kompas.com - 27/01/2013, 15:15 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

JAKARTA, KOMPAS.com — Aliansi Melawan Topeng Restorasi (Metro) mendesak Polri untuk serius menangani kasus pemutusan hubungan kerja mantan jurnalis Metro TV, Luvina. Pihak kepolisian belum mengembangkan kasus ini secara memuaskan.

Maruli dari LBH Jakarta yang tergabung dalam Metro pada Minggu (27/1/2013) mengatakan, penanganan kasus baru sampai pada penahanan lima orang yang terlibat dalam pengeroyokan terhadap aliansi saat beraksi damai di kantor DPP Partai Nasdem, 16 Januari lalu.

"Kasus ini semestinya menyeret sampai pada dalang. Keterangan saksi dan fakta yang kami sampaikan bisa dijadikan dasar untuk penelusuran," kata Maruli.

Aliansi Metro mendesak Kapolri untuk mendorong Kapolres Metro Jakarta Pusat agar serius menyidik kasus ini. Kasus harus dikembangkan untuk memastikan pelaku utama tindakan represi terhadap para demonstrans dan jurnalis.

Koordinator Umum Badan Pekerja Kontras Haris Azhar menegaskan, kasus Luviana harus dilihat secara menyeluruh sebagai represi terhadap jurnalis. Kalau tindakan ini terus dibiarkan, independensi jurnalis terancam dan pihak-pihak yang mengorganisasi kekerasan semakin menikmati situasi.

"Tidak adanya kemajuan penanganan kasus ini sangat disayangkan. Aneh kalau pihak-pihak lain, terutama negara, tidak merespons kasus ini," katanya.

Menurut Aliansi Metro, kasus Luvina harus dilihat dalam tiga level. Pertama, pemberangusan terhadap hak berserikat. Poin kedua, perusakan dan pengeroyokan. Hal berikutnya tindakan harus diproses dengan penyertaan untuk menelusuri dalang di balik tindak kekerasan. Ketiga hal ini harus menjadi perhatian serius pihak kepolisian. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X