Jokowi Klaim Rusun Marunda Antre Peminat

Kompas.com - 29/01/2013, 12:09 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo senang karena pemerintah Provinsi DKI berhasil menghidupkan kembali Rumah Susun Marunda, Jakarta Utara. Menurut Jokowi, upaya tersebut dapat membuat hunian di rusun itu penuh dan upaya normalisasi Waduk Pluit dapat dipercepat.

"Wah, yang antre buat Rusun Marunda itu banyak sekali. Siapa yang bilang kemarin enggak ada yang mau masuk? Yang antre banyak," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Selasa (29/1/2013).

Jokowi pun berjanji akan turun lagi ke Rusun Marunda untuk mengajak warga, terutama yang berada di lingkungan Waduk Pluit, agar mau direlokasi ke Rusun Marunda. Jokowi mengatakan, saat ini tujuh blok hunian di rusun tersebut sudah ditempati. "Kita mau turun lagi supaya Rusun Marunda segera penuh semuanya yang 19 blok," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama juga mengatakan bahwa warga sudah mau pindah ke Rusun Marunda. Kebanyakan dari mereka sudah tidak ingin terendam oleh pasang air laut pasang. "Kalau soal isinya, kan bertahap, yang mau duluan sebatas yang kita dapat. Kita sudah dapat 200 unit yang diisi full furnished," kata Basuki.

Basuki mengatakan, sejauh ini ia selalu menunggu di Rusun Marunda. Dari aktivitasnya itu, ia menerima banyak keluhan dari warga. Keluhan itu antara lain warga yang mendaftar, tetapi ditolak oleh oknum pemerintah Provinsi DKI dengan alasan sudah penuh. "Orangtua, orang miskin, janda-janda, sudah daftar dari tahun 2011 enggak pernah diladeni, alasannya penuh. Kan isu, selalu ada yang bilang Rusun Marunda tidak ada yang mau. Siapa bilang tidak ada yang mau? Yang benar itu kurang banyak," kata Basuki.

Pemprov DKI menggunakan Rusun Marunda untuk menampung warga yang pindah dari lokasi lain. Tahap pertama proses pemindahan terbuka untuk 240 kepala keluarga (KK) warga Pluit. Namun, hingga Rabu (23/1/2013), baru 67 KK atau sekitar 234 jiwa yang pindah menempati kamar-kamar di rusun itu. Warga yang tinggal di bantaran Waduk Pluit tercatat sebanyak 7.000 KK atau sekitar 17.000 jiwa.

Pemprov DKI telah mengisi kamar-kamar di rusun itu dengan berbagai fasilitas rumah tangga. Di dalam setiap unit rumah, telah disediakan televisi 19 inci, dua kasur beserta bantal dan seprai, satu set meja dan kursi, kulkas, kompor beserta tabung elpiji, seperangkat gelas dan piring, peralatan mandi, serta beras dan sayur. Tidak hanya itu, Pemprov DKI juga membebaskan biaya sewa pada bulan pertama sebesar Rp 371.000 dan biaya listrik Rp 200.000. Namun, pada bulan kedua, warga harus membayar maksimal sebesar Rp 571.000 per bulan untuk biaya sewa dan biaya listrik.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    5 GOR dan Gedung Kesenian di Jakpus Siap Tampung Pasien Covid-19

    5 GOR dan Gedung Kesenian di Jakpus Siap Tampung Pasien Covid-19

    Megapolitan
    Penuhnya TPU untuk Jenazah Pasien Covid-19 dan Lahan Baru di Jakarta...

    Penuhnya TPU untuk Jenazah Pasien Covid-19 dan Lahan Baru di Jakarta...

    Megapolitan
    Petugas TPU Jombang Telah Makamkan 119 Jenazah dengan Menerapkan Protokol Covid-19 sejak Awal Tahun

    Petugas TPU Jombang Telah Makamkan 119 Jenazah dengan Menerapkan Protokol Covid-19 sejak Awal Tahun

    Megapolitan
    Penyelundup 4 Kali Bawa Sabu via Bus dari Palembang ke Jakarta

    Penyelundup 4 Kali Bawa Sabu via Bus dari Palembang ke Jakarta

    Megapolitan
    3.900 Tenaga Kesehatan Kota Bekasi Sudah Divaksin Covid-19

    3.900 Tenaga Kesehatan Kota Bekasi Sudah Divaksin Covid-19

    Megapolitan
    RS Penuh, Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19

    RS Penuh, Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19

    Megapolitan
    Sebaran Pasien Covid-19 Per Kecamatan di Depok, Beji Terbanyak

    Sebaran Pasien Covid-19 Per Kecamatan di Depok, Beji Terbanyak

    Megapolitan
    Seorang Perempuan Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 25 Apartemen di Penjaringan

    Seorang Perempuan Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 25 Apartemen di Penjaringan

    Megapolitan
    Hati-hati, Pidana Mengintai Pembuat hingga Pengguna Surat Tes Covid-19 Palsu

    Hati-hati, Pidana Mengintai Pembuat hingga Pengguna Surat Tes Covid-19 Palsu

    Megapolitan
    KPU Tangsel Siapkan Diri Hadapi Gugatan Kubu Muhamad-Sara

    KPU Tangsel Siapkan Diri Hadapi Gugatan Kubu Muhamad-Sara

    Megapolitan
    Jakarta Punya 4 Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga di Luar JKN

    Jakarta Punya 4 Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga di Luar JKN

    Megapolitan
    Saat Kasus Pemalsuan Hasil Tes PCR Terungkap dan Pelakunya Dibekuk Polisi. . .

    Saat Kasus Pemalsuan Hasil Tes PCR Terungkap dan Pelakunya Dibekuk Polisi. . .

    Megapolitan
    Satu Orang Tewas dalam Pertikaian Anggota Ormas di Bekasi

    Satu Orang Tewas dalam Pertikaian Anggota Ormas di Bekasi

    Megapolitan
    Jakarta Makamkan Sekitar 190 Jenazah Per Hari, Lebih dari Separuh Korban Covid-19

    Jakarta Makamkan Sekitar 190 Jenazah Per Hari, Lebih dari Separuh Korban Covid-19

    Megapolitan
    Pemalsuan Keterangan Hasil Swab Timbulkan Klaster Covid-19 di Pesawat

    Pemalsuan Keterangan Hasil Swab Timbulkan Klaster Covid-19 di Pesawat

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X