Jokowi Belum Pecat Oknum Calo Rusun Marunda

Kompas.com - 29/01/2013, 12:31 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan sudah mengetahui adanya oknum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diduga menjadi calo dalam penempatan warga di Rumah Susun Sederhana Sewa Marunda, Jakarta Utara. Namun, ia belum bertemu dengan oknum yang bersangkutan.

Jokowi mengatakan akan segera mencari oknum yang telah melakukan penyelewengan tersebut. Setelah mengetahui oknum yang melakukan penyelewengan, maka ia akan langsung melepas jabatan oknum tersebut.

"Ya, nanti dicari kalau ada suara itu. Pasti saya cari. Nanti kalau sudah ketahuan orangnya siapa, nanti hilang pekerjaannya," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Selasa (29/1/2013).

Sebelumnya, Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, penyebab utama warga Pluit menolak direlokasi ke Rusun Marunda adalah adanya oknum yang sengaja mempersulit kepindahan warga itu. Oknum yang diduga melakukan hal itu disebut-sebut merupakan pegawai Pemprov DKI Jakarta.

"Di lapangan itu ternyata ada oknum-oknum dari pemda kita yang mempersulit. Tidak ada air, tidak ada listrik, ya warga kan kecewa. Minimal ada air ada listrik," kata Basuki, Senin (28/1/2013).

Berbeda dari Jokowi yang mengaku belum memecat oknum itu, Basuki mengatakan Jokowi telah memerintahkan untuk mencopot jabatan oknum Pemprov DKI tersebut. "Kita mungkin akan ganti dia. Hari ini (kemarin), Pak Gubernur sudah perintahkan untuk dicopot," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Pemprov DKI menggunakan Rusun Marunda untuk menampung warga yang pindah dari lokasi lain. Tahap pertama proses pemindahan terbuka untuk 240 kepala keluarga (KK) warga Pluit. Namun, hingga Rabu (23/1/2013), baru 67 KK atau sekitar 234 jiwa yang pindah menempati kamar-kamar di rusun itu. Warga yang tinggal di bantaran Waduk Pluit tercatat sebanyak 7.000 KK atau sekitar 17.000 jiwa.

Pemprov DKI telah mengisi kamar-kamar di rusun itu dengan berbagai fasilitas rumah tangga. Di dalam setiap unit rumah telah disediakan televisi 19 inci, dua kasur beserta bantal dan seprai, satu set meja dan kursi, kulkas, kompor beserta tabung elpiji, seperangkat gelas dan piring, peralatan mandi, serta beras dan sayur. Tidak hanya itu, Pemprov DKI juga membebaskan biaya sewa pada bulan pertama sebesar Rp 371.000 dan biaya listrik Rp 200.000. Namun, pada bulan kedua, warga harus membayar maksimal sebesar Rp 571.000 per bulan untuk biaya sewa dan biaya listrik.

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Saat Lahan Pemakaman Korban Covid-19 di Jakarta Kian Menipis...

    Saat Lahan Pemakaman Korban Covid-19 di Jakarta Kian Menipis...

    Megapolitan
    PSI: Gubernur Anies Jadi Harapan Terakhir, Jika Usulan Kenaikan Gaji DPRD DKI Disetujui

    PSI: Gubernur Anies Jadi Harapan Terakhir, Jika Usulan Kenaikan Gaji DPRD DKI Disetujui

    Megapolitan
    Kapolda Metro: Kerawanan Pilkada Depok dan Tangsel Sama

    Kapolda Metro: Kerawanan Pilkada Depok dan Tangsel Sama

    Megapolitan
    Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

    Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

    Megapolitan
    Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

    Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

    Megapolitan
    2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

    2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

    Megapolitan
    Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

    Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

    Megapolitan
    Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

    Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

    Megapolitan
    Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

    Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

    Megapolitan
    Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

    Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

    Megapolitan
    Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

    Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

    Megapolitan
    Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

    Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

    Megapolitan
    Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

    Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

    Megapolitan
    Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

    Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

    Megapolitan
    Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

    Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X