Hambat Relokasi, Kepala UPT Rusun Marunda Telah Diganti

Kompas.com - 30/01/2013, 13:40 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Susun Daerah I Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah DKI Jakarta, yang diduga menjadi oknum penghambat relokasi warga ke Rusun Marunda, Jakarta Utara, telah diganti. Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, kini jabatan itu telah diserahkan kepada orang lain.

Basuki mengatakan, saat ini oknum berinisial K tersebut telah dimutasi dari Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah DKI Jakarta. "Ya, jadi kita pikir saat ini yang bersangkutan tidak boleh ada lagi di Dinas Perumahan DKI. Kalau dia ada, ya terus-menerus mempermainkan," kata pria yang akrab disapa Ahok di Balaikota Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Namun, Basuki belum mau menjelaskan lebih detail jabatan dan tugas baru oknum yang telah dimutasi itu. Basuki menjelaskan bahwa hari ini posisi kepala UPT telah ditempati oleh pegawai lain dari Dinas Perumahan DKI.

"Pokoknya semacam kepala gitu-lah, yang menangani rusun. Hari ini sudah dilantik sama Pak Kepala Dinas, yang mengganti Jati Waluyo, sebelumnya menjadi Kepala Seksi Pembangunan Perumahan," kata Basuki.

Mantan Bupati Belitung Timur itu merasa tak habis pikir mengapa oknum tersebut mempersulit warga yang ingin mengungsi ke Rusun Marunda. Menurutnya, kehadiran para pengungsi dapat membantu pengelolaan rusun yang tengah direnovasi tersebut.

Modus yang digunakan oknum PNS untuk menghambat warga adalah dengan meminta salinan kartu keluarga dan KTP kepada warga. Selain itu, oknum tersebut juga berdalih tak bisa memberikan fasilitas rusun kepada warga yang mengungsi dengan alasan biaya perawatan dan biaya listrik yang mahal.

Di sisi lain, Basuki terus berupaya untuk melengkapi fasilitas rusun, seperti kulkas dan televisi. "Saya bingung, masa diminta kartu keluarga dan KTP, kan lagi kebanjiran. Lagi pula kalau ditempati kan jadi aman, enggak ada lagi pencurian pintu di rusun itu," ujarnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI Jakarta Budhiastuti mengatakan, pelantikan pejabat baru tersebut telah resmi dilakukan hari ini sesuai dengan instruksi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Adapun oknum yang telah dimutasi belum mendapatkan tempat baru. "Dia sudah diberhentikan dari jabatannya, tetapi belum tahu akan dimutasi ke dinas mana. Yang pasti bukan Dinas Perumahan DKI lagi," katanya, Rabu siang.

Hingga Rabu siang, oknum yang bersangkutan belum dapat dikonfirmasi. Saat Kompas.com menghubungi melalui telepon dan SMS, tidak ada balasan dari oknum tersebut.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Main di Pinggir Saluran Air Saat Hujan Deras, Bocah 9 Tahun Tenggelam Terbawa Arus

    Main di Pinggir Saluran Air Saat Hujan Deras, Bocah 9 Tahun Tenggelam Terbawa Arus

    Megapolitan
    Bioskop di Bekasi Dibuka Lagi, Ini Protokol Kesehatannya

    Bioskop di Bekasi Dibuka Lagi, Ini Protokol Kesehatannya

    Megapolitan
    Kronologi Ulah Rasial Guru SMA di Jaktim, Tiba-tiba Ajak Murid Tak Pilih Ketua OSIS Non-Muslim

    Kronologi Ulah Rasial Guru SMA di Jaktim, Tiba-tiba Ajak Murid Tak Pilih Ketua OSIS Non-Muslim

    Megapolitan
    Oknum Guru SMA di Jaktim yang Lakukan Tindakan Rasial Masih Aktif Mengajar

    Oknum Guru SMA di Jaktim yang Lakukan Tindakan Rasial Masih Aktif Mengajar

    Megapolitan
    Mantan Polisi dan Direktur Perusahaan Terlibat Penyelundupan Senjata Api

    Mantan Polisi dan Direktur Perusahaan Terlibat Penyelundupan Senjata Api

    Megapolitan
    Seorang Wanita Bawa Bensin ke Balai Kota DKI, Diduga Hendak Bakar Gedung

    Seorang Wanita Bawa Bensin ke Balai Kota DKI, Diduga Hendak Bakar Gedung

    Megapolitan
    Fahrurrozi Ishaq, Gubernur Tandingan Era Ahok, Wafat karena Covid-19

    Fahrurrozi Ishaq, Gubernur Tandingan Era Ahok, Wafat karena Covid-19

    Megapolitan
    Akun Instagram Kecamatan Rawalumbu Diretas, Foto Profil Diganti Gambar Adegan Hubungan Intim

    Akun Instagram Kecamatan Rawalumbu Diretas, Foto Profil Diganti Gambar Adegan Hubungan Intim

    Megapolitan
    Massa BEM SI Akan Kembali Demo Tolak UU Cipta Kerja Hari Ini

    Massa BEM SI Akan Kembali Demo Tolak UU Cipta Kerja Hari Ini

    Megapolitan
    Kramat Raya 106, Rumah Kos Bersejarah Saksi Bisu Sumpah Pemuda

    Kramat Raya 106, Rumah Kos Bersejarah Saksi Bisu Sumpah Pemuda

    Megapolitan
    Tempat Tidur Isolasi di RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 41 Persen dan Ruang ICU 39 Persen

    Tempat Tidur Isolasi di RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 41 Persen dan Ruang ICU 39 Persen

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] Imbauan SARA Guru SMA Negeri di Jakarta | Viral Mobil Terobos Palang dan Tak Bayar Tol di Bekasi

    [POPULER JABODETABEK] Imbauan SARA Guru SMA Negeri di Jakarta | Viral Mobil Terobos Palang dan Tak Bayar Tol di Bekasi

    Megapolitan
    Antisipasi Demo Tolak UU Cipta Kerja, Ini Rute Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta

    Antisipasi Demo Tolak UU Cipta Kerja, Ini Rute Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta

    Megapolitan
    Pemprov DKI Akan Ikut Keputusan Pemerintah Pusat Tak Naikkan UMP 2021

    Pemprov DKI Akan Ikut Keputusan Pemerintah Pusat Tak Naikkan UMP 2021

    Megapolitan
    Mesin Pompa Dikerahkan Atasi Genangan Air di Jalan Raya Jambore

    Mesin Pompa Dikerahkan Atasi Genangan Air di Jalan Raya Jambore

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X