Ini Alasan Basuki Memutasi Kepala UPT Rusun Marunda

Kompas.com - 30/01/2013, 15:55 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Oknum Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berinisial K dinilai telah melakukan sejumlah kesalahan sehingga dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Susun Daerah I di dinas tersebut.

Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, oknum tersebut kerap mengatakan hal yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ketika ada masalah, oknum tersebut tidak segera mencarikan penyelesaiannya. Hal ini dinilai menghambat kepindahan warga Muara Baru, Jakarta Utara, ke Rusun Marunda.

"Dulu waktu masuk bilang, 'Orang Muara Baru bilang tidak mau.' Padahal, kita berusaha memersuasi mereka untuk pindah. Begitu sudah datang dan banyak pendaftarannya, (oknum itu bilang,) 'Semua blok sudah penuh, lantai satu penuh.' Begitu kita cek kok cuma 11 nama, alasannya apa sembilan nama ini untuk dicadangkan untuk orangtua dan anak bayi? Banyak ibu yang lapor ke saya, bayi-bayi yang tinggal di lantai 5 mau pindah ke bawah dibilang penuh," kata pria yang akrab disapa Ahok itu di Balaikota Jakarta.

Basuki mengatakan menerima banyak pengaduan dari warga, termasuk keluhan mengenai susahnya melakukan relokasi ke Rusun Marunda. Ia juga sering menerima keluhan warga yang ditolak untuk menempati Rusun Marunda. Padahal, warga di sana telah mengatakan kepada Basuki bahwa banyak unit kamar kosong di rusun tersebut.

"Saya bilang ke dia, 'Jangan mempermainkan orang.' Orang datang dari Muara Baru dari pagi dibiarkan saja gendong-gendong anak. Terus orang Marunda yang dekat-dekat, mereka datang dan lihat orang masuk juga ingin minta haknya, dia sudah mendaftar lama, tapi ditolak," ujar Basuki.

Basuki menyebutkan, oknum pegawai negeri sipil tersebut juga selalu mencari alasan apabila ada laporan kerusakan dan keluhan yang datang kepada dirinya. "Ada yang bilang ke kami, ada 500 unit yang siap huni, 1.200 lebih belum siap. Ternyata, bahkan tidak sampai 100 unit saja belum beres. Tiba-tiba di lantai 4 tidak ada air, alasannya pecah pipanya. Terus kenapa pipanya tidak diperbaiki? Alasannya mau cari tukang las. Masa pralon mau dilas? Itu kan terlalu banyak cari alasan," kata Basuki.

Menurut Basuki, sikap oknum tersebut berarti mempermainkan masyarakat kecil. Hal itu dapat menghambat relokasi warga ke rusun. Hal itu juga mengakibatkan rencana Pemprov DKI untuk menormalisasi Waduk Pluit menjadi terlambat. Padahal, Pemprov DKI ingin mempercepat normalisasi tersebut sehingga bisa dilaksanakan tahun ini.

"Ini namanya mempermainkan kita, kan. Mau membuat orang menjadi tidak suka pindah ke Rusun Marunda. Nah, saya minta ubah. Pak Gubernur juga sudah setuju, kita juga sudah bahas," kata Basuki.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah meminta Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI Novizal untuk segera memilih dan melantik Kepala UPT Rumah Susun Daerah I yang baru. Rabu (30/1/2013) ini, jabatan itu telah ditempati oleh Jati Waluyo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Pembangunan Perumahan Dinas Perumahan dan Gedung Pemprov DKI.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polres Jakbar Buat 'Warteg Peduli', Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

    Polres Jakbar Buat "Warteg Peduli", Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

    Megapolitan
    1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

    1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

    Megapolitan
    Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

    Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

    Megapolitan
    Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

    Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

    Megapolitan
    Jasad Wakil Jaksa Agung Arminsyah Disemayamkan di Rumah Duka Jakarta Selatan

    Jasad Wakil Jaksa Agung Arminsyah Disemayamkan di Rumah Duka Jakarta Selatan

    Megapolitan
    Anies Wajibkan Warga Jakarta Gunakan Masker Kain saat di Luar Rumah

    Anies Wajibkan Warga Jakarta Gunakan Masker Kain saat di Luar Rumah

    Megapolitan
    Polisi Olah TKP di Lokasi Tabrakan Wakil Jaksa Agung

    Polisi Olah TKP di Lokasi Tabrakan Wakil Jaksa Agung

    Megapolitan
    Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan, Mobilnya Tabrak Pembatas dan Terbakar

    Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan, Mobilnya Tabrak Pembatas dan Terbakar

    Megapolitan
    Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan di Tol Jagorawi

    Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan di Tol Jagorawi

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Dapat Bantuan Alat Rapid Test dari Pemprov DKI Jakarta

    Pemkot Bekasi Dapat Bantuan Alat Rapid Test dari Pemprov DKI Jakarta

    Megapolitan
    UPDATE Covid-19 di Bekasi: 46 Orang Positif, Ini Sebarannya Per Kelurahan

    UPDATE Covid-19 di Bekasi: 46 Orang Positif, Ini Sebarannya Per Kelurahan

    Megapolitan
    Daftar Kegiatan Usaha yang Ditutup Pemprov DKI hingga 19 April

    Daftar Kegiatan Usaha yang Ditutup Pemprov DKI hingga 19 April

    Megapolitan
    Kelab Malam hingga Bioskop di Jakarta Ditutup sampai 19 April karena Corona

    Kelab Malam hingga Bioskop di Jakarta Ditutup sampai 19 April karena Corona

    Megapolitan
    Akhir Perjalanan WA, Perampok Toko Emas yang Meninggal Setelah Positif Corona...

    Akhir Perjalanan WA, Perampok Toko Emas yang Meninggal Setelah Positif Corona...

    Megapolitan
    UPDATE Covid-19 di Jakarta: 1.071 Positif, 58 Sembuh, 98 Meninggal Dunia

    UPDATE Covid-19 di Jakarta: 1.071 Positif, 58 Sembuh, 98 Meninggal Dunia

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X