Basuki Ingin Ubah Status Rusun Jadi Badan Layanan Umum

Kompas.com - 30/01/2013, 19:55 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan melakukan pemutihan pada rumah susun milik pemerintah daerah DKI Jakarta dengan mengubah status pengelolaannya. Saat ini, rusun masih berbentuk Unit Pengelola Teknis (UPT) dan akan diubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

"Kita mau buat pemutihan, kita mau jadikan rusun menjadi BLUD," kata pria yang akrab disapa Ahok itu di Balaikota Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Dengan berstatus BLU, rusun-rusun tersebut berhak mengelola sendiri pendapatan yang ada. Tak seperti saat ini dengan status UPT, apabila ada pendapatan, harus masuk ke dalam kas daerah. Oleh karena itu, perubahan status tersebut dapat berdampak pada perubahan harga sewa rusun untuk warga yang mampu.

"Begitu orang mampu membeli rusun, harga sewanya kita naikkan. Ya, kita naikkan saja retribusinya menjadi Rp 500.000-Rp 600.000, untuk yang sudah menempati," kata Mantan Bupati Belitong Timur itu.

Untuk Rusun Marunda, kata Basuki, saat ini masih difokuskan sementara untuk korban banjir di pinggir Waduk Pluit. Pemprov DKI pun telah menyediakan 500 unit kamar rusun yang sudah lengkap dengan televisi, kulkas, dan perabotan. Adapun sisa unitnya tidak mendapatkan fasilitas lengkap.

"Kan kita cuma dapat 500 saja, namanya juga bulan promosi, jadi yang mau duluan, jadi yang sudah masuk. Selain yang 500, ya tidak dapat. Tapi kalau ada perusahaan yang mau kasih corporate social rensponsibility (CSR), ya kita kasih lagi," kata Basuki.

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah DKI Jakarta Novizal mengatakan, seribu unit kamar di Rusun Marunda sudah terisi penuh. Dari 26 blok di Rusun Marunda, 15 di antaranya dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta. Adapun 11 blok dimiliki pemerintah pusat, 5 blok milik Kementerian Perumahan Rakyat, dan 6 blok milik Kementerian Pekerjaan Umum.

"Sebanyak 500 unit milik pemerintah daerah belum dapat dihuni karena fasilitas seperti air dan listrik belum masuk di 500 unit tersebut," kata Novizal.

Baca tentang
    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pasien Positif Covid-19 di RSUP Persahabatan Menurun, Kini Ada 11 Orang

    Pasien Positif Covid-19 di RSUP Persahabatan Menurun, Kini Ada 11 Orang

    Megapolitan
    Surati Ridwan Kamil, Wali Kota Bekasi Minta Tambahan Dana Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19

    Surati Ridwan Kamil, Wali Kota Bekasi Minta Tambahan Dana Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19

    Megapolitan
    Camat Semprot Disinfektan ke Jalur Pelarian Pasien Positif Covid-19 yang Kabur dari Rumah

    Camat Semprot Disinfektan ke Jalur Pelarian Pasien Positif Covid-19 yang Kabur dari Rumah

    Megapolitan
    Pulau Tidung Terapkan Sistem Buka Tutup Hadapi Pandemi Covid-19

    Pulau Tidung Terapkan Sistem Buka Tutup Hadapi Pandemi Covid-19

    Megapolitan
    Anies Sebut Pemprov DKI dan Pusat Masih Godok Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19

    Anies Sebut Pemprov DKI dan Pusat Masih Godok Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19

    Megapolitan
    Kronologi Kaburnya Perempuan Gangguan Jiwa yang Positif Covid-19 Saat Diisolasi di Rumah

    Kronologi Kaburnya Perempuan Gangguan Jiwa yang Positif Covid-19 Saat Diisolasi di Rumah

    Megapolitan
    Ada 81 Tenaga Medis DKI Jakarta Positif Covid-19, Tersebar di 30 Rumah Sakit

    Ada 81 Tenaga Medis DKI Jakarta Positif Covid-19, Tersebar di 30 Rumah Sakit

    Megapolitan
    Pasien Covid-19 Terus Bertambah, DPRD Minta Pemkot Depok Antisipasi Kapasitas Rumah Sakit

    Pasien Covid-19 Terus Bertambah, DPRD Minta Pemkot Depok Antisipasi Kapasitas Rumah Sakit

    Megapolitan
    Pendapatan Kota Bekasi Berkurang Sejak Wabah Covid-19 Merebak

    Pendapatan Kota Bekasi Berkurang Sejak Wabah Covid-19 Merebak

    Megapolitan
    17.534 Warga Jakarta Jalani Rapid Test, 282 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

    17.534 Warga Jakarta Jalani Rapid Test, 282 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

    Megapolitan
    Sudah Anggarkan Rp 75 Miliar, Pemkot Depok Dikritik Masih Lambat Cegah Penularan Covid-19

    Sudah Anggarkan Rp 75 Miliar, Pemkot Depok Dikritik Masih Lambat Cegah Penularan Covid-19

    Megapolitan
    Penjelasan Camat Cipondoh soal Spanduk Lockdown di Kelurahan Petir

    Penjelasan Camat Cipondoh soal Spanduk Lockdown di Kelurahan Petir

    Megapolitan
    Polres Jakarta Barat bersama Satpol PP dan TNI Lakukan Penyemprotan Disinfektan

    Polres Jakarta Barat bersama Satpol PP dan TNI Lakukan Penyemprotan Disinfektan

    Megapolitan
    Pelaksanaan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Tangsel Tungggu Keputusan Resmi

    Pelaksanaan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Tangsel Tungggu Keputusan Resmi

    Megapolitan
    Seorang Wanita Positif Covid-19 Kabur dari Isolasi Mandiri di Rumahnya

    Seorang Wanita Positif Covid-19 Kabur dari Isolasi Mandiri di Rumahnya

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X