Kompas.com - 31/01/2013, 13:21 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) membantah penetapan Wanda Hamidah menjadi Duta Korban Narkoba BNN terlalu dipaksakan. BNN berpendapat, status baru politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu telah melalui prosedur yang ada di BNN.

Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jendral Benny Jozua Mamoto menegaskan, Wanda secara sukarela ingin berkontribusi dan ikut berperan dalam penyalahgunaan narkotika. Oleh sebab itu, BNN menyambut baik kehendak Wanda dengan menjadikannya Duta Korban Narkoba.

"Kita perang melawan narkoba dalam konteks pencegahan, semua pihak harus berperan, termasuk Wanda ingin mengampanyekan jauhi narkoba, silakan," ujar Benny di Gedung BNN, Kamis (31/1/2013) siang.

Dalam penggerebekan oleh 15 petugas BNN, Minggu (27/1/2013) subuh, sebanyak 17 orang diamankan dari kediaman Raffi Ahmad bersama barang bukti narkoba yakni dua linting ganja dan 14 kapsul zat narkoba baru bernama methylone. Dari 17 orang tersebut, politisi PAN itu adalah salah satunya.

Benny menjelaskan, fakta bahwa Wanda berada di tempat penyalahgunaan narkotika, memang menjadi catatan penting bagi latar belakang BNN dalam memutuskan Wanda menjadi Duta BNN. Namun, fakta tersebut runtuh ketika ibu lima anak tersebut berikrar sendiri ingin membantu BNN memberantas penyalahgunaan narkotika.

"Memang itu menjadi catatan tersendiri bagi kami, tapi seandainya dia mau ikut berkontribusi, apa salahnya," tandas Benny.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X