Komplotan Curanmor Dibekuk di Mangga Besar

Kompas.com - 03/02/2013, 18:00 WIB
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak empat pelaku curanmor diringkus di sebuah tempat kos di Jalan Mangga Besar Raya, Tamansari, Jakarta Barat. IP, SAL, FAI, dan NAN dibekuk menyusul adanya laporan dari masyarakat setempat yang mencurigai mereka karena sering keluar-masuk tempat kos menggunakan sepeda motor yang berbeda.

"Setelah diadakan penyidikan selama seminggu, ternyata rata-rata rumah kunci sepeda motor mereka sudah rusak," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsektro Tamansari Komisaris Erick Fendriz, Minggu (3/2/2013).

Penyidik Polsektro Tamansari pun menggeledah tempat kos keempat pemuda tersebut. Hasilnya, penyidik membekuk SAL, FAI, dan NAN beserta barang bukti berupa sebuah kunci T, 1 unit mobil rental, 1 unit sepeda motor, dan 1 paket sabu.

"Setelah diadakan pengembangan, ditangkap satu lagi tersangka, yaitu IP, dengan satu unit sepeda motor," ujar Erick.

Saat dilakukan penangkapan, IP berniat melarikan diri sehingga polisi melepaskan tembakan peringatan. Namun, karena IP tetap berusaha kabur, polisi pun menembak kakinya.

Menurut Erick, kelompok yang berasal dari satu daerah yang sama ini sudah belasan kali melakukan tindakan curanmor di daerah Jakarta Barat.

"Modusnya adalah menyewa tempat kos sebagai base camp dan sebelum beraksi mereka mengonsumsi sabu," kata Erick.

Keempat pelaku terancam Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 112 dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X