Kompas.com - 04/02/2013, 13:13 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua pucuk pistol yang digunakan seorang pelaku perampokan nasabah di Bank Mandiri KCP Puri Sentra Niaga, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Senin (4/2/2013) pagi, adalah jenis FN. Fakta itu diungkapkan saksi mata, Usman Yasin (50).

"Pistolnya jenis FN warna silver, yang dikokang, bukan rakitan. Kalau yang rakitan kan yang ada tempat pelurunya, kalau yang ini enggak," ujarnya saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin siang.

Perampokan itu dilakukan empat pelaku menggunakan dua sepeda motor yang nomor polisinya tak diketahui, yaitu Suzuki Satria dan Honda Revo. Satu pelaku menunggu di jalan depan bank dengan motornya, sementara tiga perampok lainnya bertugas menyergap korbannya bernama Agung P (21), pegawai SPBU Cipinang Indah.

Usman menuturkan, saat beraksi, dua pelaku merampas sebuah tas berwarna hitam milik korbannya. Adapun seorang pelaku lain menenteng dua senjata api, menyilangkan tangannya di dadanya. Begitu ia melihat satpam keluar dari bank, pelaku melepas satu tembakan.

"Untungnya enggak kena korbannya, tapi kena tembok dekat pintu masuk sama pot bunga. Pecahan pelurunya kena pelipis satpam. Tapi nggak parah, hanya lecet," lanjutnya.

Seusai mendapat uang sebesar Rp 317.505.000 milik korbannya, empat pelaku melarikan diri ke arah Kalimalang. Warga setempat yang sempat ingin mengejarnya ketakutan. Pasalnya, selama melarikan diri dengan motornya melalui jalan depan ruko, pelaku mengangkat dua tangannya yang memegang pistol ke udara sehingga tidak ada warga yang berani mendekatinya.

Menurut Usman, saat menjalankan aksinya, empat pelaku mengenakan helm full-face dan menggunakan jaket berwarna hitam sehingga ciri-ciri fisiknya tidak diketahui secara jelas.

Berdasarkan pantauan, petugas Kepolisian Sektor Makasar dan Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur telah datang ke lokasi kejadian. Titik tempat korban dirampok juga telah diberi garis polisi. Satu selongsong peluru diamankan petugas identifikasi dari lokasi kejadian. Saksi dan korban masih diperiksa intensif di dalam bank.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.