Kompas.com - 05/02/2013, 16:30 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

Kepala Humas BNN Komisaris Besar Sumirat mengatakan, hingga kini, pihaknya belum melakukan penindakan bagi para petani yang menanam tumbuhan khat. Hal tersebut dilakukan karena petani tanaman khat belum mengetahui bahwa tanaman itu adalah salah satu jenis narkotika ilmiah golongan I.

Sumirat menjelaskan, pihaknya akan menjalankan program alternative development bagi petani khat. Program tersebut berupa tindak persuasif BNN kepada para petani untuk menanam tanaman komoditas lain di sejumlah lahan itu.

"Kalau memang itu tanaman terkait dengan narkotika, pasti akan dilakukan seperti alternative development, seperti masalah tanaman ganja di Aceh," ujar Sumirat.

Meski demikian, pihaknya tidak terburu-buru dalam menjalankan program tersebut. Sebab, BNN harus melakukan koordinasi dengan tim pelaksana alternative development. Meski belum menetapkan target, Sumirat menegaskan akan menjalankan program itu semaksimal mungkin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.