Kompas.com - 05/02/2013, 17:50 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Jenis narkotika yang terbukti dikonsumsi artis terkenal Raffi Ahmad dan enam rekannya, bukan berasal dari tanaman Khat. Methylone, zat turunan dari chatinone, yang berbahan dasar tanaman Khat, diproduksi secara sintetis atau campuran kimia.

Pakar Farmasi-Kimia Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Mufti Djusnir mengungkapkan, chatinone memiliki dua sumber, yakni alamiah dan sintetis. Chatinone alamiah didapat dari tanaman Khat yang diekstraksi bagian daun. Sementara chatinone jenis sintetis didapat dari substitusi antara beberapa unsur kimia yang ada.

Adapun Raffi Ahmad dan enam orang rekannya terbukti mengonsumsi zat baru yang disebut sebagai methylone. Setelah diteliti, zat baru itu adalah zat turunan dari chatinone jenis sintesis.

"Chatinone ini ada yang dari tumbuhan, ada yang dari bahan kimia. Kalau yang Raffi gunakan itu terbuat dari chatinone yang diproduksi secara sintesis artinya campuran bahan kimia," ujarnya kepada Kompas.com saat BNN meninjau lahan tanaman Khat di daerah Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/2/2013) siang.

Mufti menjelaskan, methylone, turunan dari zat chatinone yang dibuat secara sintetis, memiliki efek stimulan dan psikoaktif yang lebih berbahaya daripada chatinone yang didapat dari tanaman Khat. Bahkan, efek farmakologinya bisa menyebabkan kematian bagi pengguna zat tersebut dalam dosis yang berlebihan.

"Karena dibuat secara sintetis, maka peracik lebih mudah ditambah zat apa zat apa supaya efeknya dahsyat. Pengertian kata dahsyat ini adalah kepentingan mereka yang menyalahgunakan narkotika lho ya," tuturnya.

Meski tidak terkait dengan kasus Raffi, Mufti mengaku bersyukur. Paling tidak penyalahgunaan narkotika presenter muda berbakat yang positif mengandung zat baru tersebut dapat membuka pengetahuan baru sekaligus dasar hukum baru tentang tanaman mengandung narkotika yang belum diketahui secara luas oleh masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, dari 17 orang yang digerebek di kediaman Raffi Ahmad (27/1/2013) silam, sebanyak delapan orang menjadi tersangka, tujuh di antaranya terbukti positif narkotika jenis methylone.

Berdasarkan temuan barang bukti, zat itu terdapat di 14 kapsul yang didapat BNN dari laci ruang bawah rumah Raffi. Atas kepemilikan zat baru itu, Raffi dikenakan Pasal 111 Ayat 1 Juncto 112 Ayat 1 dan 132, 133 Juncto 127 Undang-undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan total ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.

Sementara lima orang lain dikenakan Pasal 127 dengan ancaman hukuman satu tahun penjara dan rehabilitasi. Adapun satu orang lainnya dikenakan Pasal 131 dengan ketentuan wajib lapor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.