Efektivitas Tol sebagai Jalur Logistik Diragukan

Kompas.com - 06/02/2013, 06:14 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan, Selasa (5/2/2013), meragukan efektivitas ruas Jalan Tol Semanan-Sunter dan Sunter-Pulogebang akan memperlancar mobilitas logistik.

”Dua ruas tol baru yang direncanakan segera dibangun itu tidak akan menyelesaikan masalah logistik. Entrance dan exit ruas tol tersebut berasal dari area padat permukiman, bukan industri,” kata Tigor.

Tigor menyatakan, argumen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Jakarta Tollroad Development bahwa ruas jalan tol itu akan memperlancar pergerakan barang antarkota diyakininya tidak benar. Hal ini disebabkan tak ada bagian ruas tersebut yang bersinggungan dengan Jalan Tol Jakarta-Merak dan Cikampek. Ruas jalan tol baru itu nanti lebih banyak digunakan untuk lalu lintas kendaraan pribadi.

Tigor menyampaikan pendapatnya setelah Senin lalu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama terkesan memberikan lampu hijau pembangunan dua ruas jalan tol baru di Ibu Kota. Kedua ruas jalan tol itu adalah bagian dari rencana pembangunan enam ruas jalan tol yang banyak ditentang.

Rencana detail

Menyangkut rencana pembuatan jalan tol baru, Kepala Laboratorium Transportasi Universitas Indonesia Ellen SW Tangkudung mengatakan, pemprov perlu membuka rencana detail proyek tersebut. Apabila benar penggunaannya untuk angkutan publik/massal, akan didukung banyak pihak. Itu semua harus dibuktikan dengan rancangan detail yang menunjukkan tujuan utama pembuatan jalan tol.

Selama ini, setiap kali ada proyek pembangunan infrastruktur kota, kata Ellen, hampir tidak ada sosialisasi detail rencananya. Padahal, subyek pengguna infrastruktur itu adalah masyarakat. Untuk itu, warga berhak tahu dan mengkritisi sejak masa perencanaan hingga proyek berjalan.

Masih terkait pembangunan jalan baru, Forum Komunikasi Warga Antasari-Prapanca menegaskan, dua jalan layang yang kini dalam tahap penyelesaian akhir, yaitu di ruas Jalan Antasari di Jakarta Selatan dan Kampung Melayu-Tanah Abang, adalah proyek ilegal.

”Proyek jalan layang itu tidak ada dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2005-2010, tetapi memang dimasukkan dalam RTRW 2010-2030. Namun, pembangunan dimulai tahun 2011 saat RTRW baru belum disahkan dan RTRW lama masih berlaku,” kata Ketua Forum Komunikasi Warga Antasari-Prapanca Cahyo Tamtomo Andoko.

Menurut dia, dalam Pasal 24 Undang-Undang Tata Ruang, revisi RTRW tidak untuk memutihkan penyimpangan di RTRW sebelumnya. ”Jadi, kedua proyek itu ilegal,” ujarnya. Forum komunikasi warga melaporkan masalah ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi, pertengahan Januari lalu.

Sementara itu, pada Selasa malam sekitar pukul 20.00, jalan layang non tol Blok M-Antasari mengalami kemacetan parah. Berdasarkan status dari akun Twitter @TMCPoldaMetro serta beberapa akun Twitter lain dari warga, kendaraan yang melewati jalan tersebut dari utara ke arah selatan terjebak kemacetan dari sekitar kantor Wali Kota Jakarta Selatan. (NEL)

 

 

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pengedar Narkoba Tewas Ditembak Saat Kabur dari Kejaran Polisi

    Pengedar Narkoba Tewas Ditembak Saat Kabur dari Kejaran Polisi

    Megapolitan
    Kemendagri: Waktu Pelantikan Riza Patria Sebagai Wagub DKI Kewenangan Istana

    Kemendagri: Waktu Pelantikan Riza Patria Sebagai Wagub DKI Kewenangan Istana

    Megapolitan
    Batasi Aktivitas Warga, Pemkot Depok Batasi Jam Operasional Toko Swalayan

    Batasi Aktivitas Warga, Pemkot Depok Batasi Jam Operasional Toko Swalayan

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Siapkan Lahan 800 Meter Persegi untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

    Pemkot Bekasi Siapkan Lahan 800 Meter Persegi untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

    Megapolitan
    Pemkot Tangerang Siapkan Rp 98 Miliar untuk Tangani Dampak Covid-19

    Pemkot Tangerang Siapkan Rp 98 Miliar untuk Tangani Dampak Covid-19

    Megapolitan
    Depok Kirim Usulan PSBB ke Ridwan Kamil Malam Ini

    Depok Kirim Usulan PSBB ke Ridwan Kamil Malam Ini

    Megapolitan
    Pemkot Tangsel Bangun Rumah Lawan Covid-19 untuk Tampung ODP Corona

    Pemkot Tangsel Bangun Rumah Lawan Covid-19 untuk Tampung ODP Corona

    Megapolitan
    51 Kasus Positif Covid-19 di Tangerang, Pemkot Bagikan Masker Gratis

    51 Kasus Positif Covid-19 di Tangerang, Pemkot Bagikan Masker Gratis

    Megapolitan
    [UPDATE]: Depok Tambah 6 Pasien Positif Covid-19, 5 Suspect Meninggal

    [UPDATE]: Depok Tambah 6 Pasien Positif Covid-19, 5 Suspect Meninggal

    Megapolitan
    Update Covid-19 di Bekasi: 7 Pasien Positif Corona Meninggal

    Update Covid-19 di Bekasi: 7 Pasien Positif Corona Meninggal

    Megapolitan
    1 Pasien Positif Covid-19 RSPI Sulianti Saroso Sembuh, 1 PDP Meninggal Dunia

    1 Pasien Positif Covid-19 RSPI Sulianti Saroso Sembuh, 1 PDP Meninggal Dunia

    Megapolitan
    Utamakan Pesanan APD, Konveksi Rumahan di Jakarta Pusat Rela Tunda Produksi Pakaian

    Utamakan Pesanan APD, Konveksi Rumahan di Jakarta Pusat Rela Tunda Produksi Pakaian

    Megapolitan
    Ini Daftar Mal di Jakarta yang Tutup karena Pandemi Covid-19

    Ini Daftar Mal di Jakarta yang Tutup karena Pandemi Covid-19

    Megapolitan
    Polisi Terjunkan 20 Personel untuk Bantu Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 di Jakarta

    Polisi Terjunkan 20 Personel untuk Bantu Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 di Jakarta

    Megapolitan
    Wali Kota Sebut 17 Pasien Positif Covid-19 di Bekasi Dinyatakan Sembuh

    Wali Kota Sebut 17 Pasien Positif Covid-19 di Bekasi Dinyatakan Sembuh

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X