Polisi Tangkap Dua Spesialis Curanmor, Satu Ditembak

Kompas.com - 07/02/2013, 15:52 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - MY (20) dan MS (28), dua pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor berhasil diringkus aparat Kepolisian Sektor Metro Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Salah satu tersangka, yakni MY, terpaksa ditembak kedua kakinya karena berusaha melawan petugas saat hendak ditangkap ketika mencuri motor milik korbannya, Ja'man (67).

Kepala Polisi Sektor Metro Mampang Prapatan, Komisaris Siswono menuturkan, peristiwa penangkapan berawal dari informasi masyarakat. Penangkapan kedua tersangka terjadi di Jalan Tegal Parang Selatan, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Rabu (6/2/2013) sekitar pukul 03.15 WIB.

"Anggota curiga karena ada satu unit sepeda motor dengan dua orang tampak mencurigakan karena bolak-balik di lokasi," kata Siswono, kepada wartawan, di Mapolsek Mampang Prapatan, Kamis (7/2/2013).

Menurut dia, petugas yang curiga karena kedua tersangka mondar-mandir di wilayah itu kemudian memantau motor tersebut yang terlihat masuk dalam Gang BB II. Motor pelaku kemudian berhenti di depan rumah korban.

"Saat melakukan aksi, satu orang pelaku pura-pura menelepon sambil menunggu. Satu orang lagi melakukan aksinya dengan masuk ke dalam teras rumah," ujar Siswono.

Kecurigaan petugas pun terbukti, salah satu tersangka MY keluar dengan satu unit sepeda motor dari dalam rumah korban. MS dan MY pun kemudian mengendarai motor masing-masing hendak melarikan diri. Petugas yang sudah mengawasi kemudian mengejar dan menabrak motor tersangka MS sampai akhirnya jatuh dan berhasil ditangkap.

Setelah melumpuhkan MS, polisi kemudian mengejar MY. MY ditangkap tak jauh dari lokasi penangkapan MS. Hanya saja, petugas terpaksa melepaskan tembakan sebanyak dua kali pada kaki kiri dan kanan MY.

"Saat ditangkap MY mengancam petugas dengan mengacungkan pisau. Sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan menembak paha kiri dan kanan pelaku," kata Kapolsektro.

Kanit Reskrim Polsektro Mampang Prapatan, AKP Sujarwo mengatakan, pada wilayah tersebut memang rawan pencurian kendaraan bermotor. Lokasi itu kemudian diawasi satu bulan, karena memang kecenderungan motor hilang. Selama satu bulan itu selalu ada dua motor hilang. "Akhirnya berhasil menangkap kedua pelaku itu," ujar Sujarwo.

Kepada petugas, kedua pelaku mengaku telah beberapa kali melakukan aksi pencurian sepeda motor di wilayah Jakarta Timur dan Tangerang. Sementara barang bukti yang disita, yakni sepeda Motor Yamaha Mio bernomor polisi B 3531 SCI berwarna hijau beserta STNK dan kunci (motor korban), 1 unit motor Honda Beat bernomor polisi B 6242 CUS warna biru (motor pelaku), satu kunci letter T dengan 4 mata kunci, dan sebuah pisau.

Saat ini, kedua tersangka sudah mendekam di balik jeruji besi Polsektro Mampang Prapatan. Keduanya terancam dikenakan Pasal 363 KUHP dan Pasal 2 Ayat 1 Undang-undang Darurat RI Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Megapolitan
Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Megapolitan
Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Megapolitan
Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Megapolitan
Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Megapolitan
Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Megapolitan
33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

Megapolitan
Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Megapolitan
Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Megapolitan
Seberangi Kali Pesanggrahan, Seorang Pria Terpeleset dan Hanyut

Seberangi Kali Pesanggrahan, Seorang Pria Terpeleset dan Hanyut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X