Kompas.com - 08/02/2013, 16:48 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Tahun 2013 telah memasuki bulan kedua. Program normalisasi Sungai Ciliwung pun tinggal menghitung hari. Namun, warga bantaran sungai tersebut didera perasaan galau. Sebab, hingga saat ini, belum ada penjelasan yang pasti terkait relokasi warga.

Zaenal Arifin (35), warga RT 08 RW 02, Kampung Pulo, mengungkapkan, pasca-kedatangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ke Kampung Pulo beberapa waktu lalu, perangkat RT setempat sempat menggelar pertemuan dengan perwakilan warga. Namun, pertemuan tersebut hanya membicarakan berapa lahan di tepi Ciliwung yang akan digusur.

"Katanya, pertama 25 meter ke sana, kedua 15 meter. Tapi, enggak ngomongin kita tinggalnya di mana setelah kali dinormalisasi," ujarnya saat ditemui Kompas.com di kediamannya, Jumat (8/2/2013) siang.

Sementara itu, Hj Nunung Siti Nurlaela (57), warga RT 01 RW 03, Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur, mengatakan, pihaknya tidak tahu secara jelas akan ditempatkan di mana saat program normalisasi Ciliwung di mulai. Sebab, belum ada sosialisasi kepada warga, entah dari Pemerintah Kota Jakarta Timur atau pusat.

"Tahunya cuma tahap penggusurannya doang. Kalau penempatan rumahnya, belum pasti, enggak tahu di mana," ujarnya.

Nunung mengatakan, sempat beredar kabar, Sungai Ciliwung akan dikeruk dan diperlebar 30 meter ke selatan dan 30 meter ke timur. Oleh sebab itu, permukiman warga, di Kampung Pulo khususnya, yang masuk jangkauan 30 meter, harus rela digusur dan dipindahkan. Namun, hal tersebut pun belum diberitahukan kepada warga.

Warga berharap pemerintah dapat secara tegas memberikan kepastian terkait nasib warga bantaran Sungai Ciliwung yang setiap hujan melanda di hulu pasti dilanda banjir tersebut.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Timur HR Krisdianto sempat mengatakan akan ada empat rumah susun (rusun) yang disediakan bagi warga bantaran. Empat rusun itu terdapat di Gedung Suku Dinas Teknis Jakarta Timur, Cipinang Besar Selatan, dan dua rumah susun di daerah Cakung. Namun, rupanya hal tersebut belum disosialisasikan kepada warga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.